By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: 2026, Jateng Fokus Swasembada Pangan
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

2026, Jateng Fokus Swasembada Pangan

Last updated: 22 April 2025 06:56 06:56
Jatengdaily.com
Published: 22 April 2025 07:00
Share
Ilustrasi persawahan. Foto: dok/HKTI
SHARE

PATI (Jatengdaily.com)– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen akan fokus mengembangkan swasembada pangan pada 2026.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Ekskeresidenan Pati Provinsi Jawa Tengah 2026, di Pendapa Kabupaten Pati, Senin (21/4/2025).

Musrenbang dihadiri Bupati Pati Sudewo, Bupati Jepara Witiarso Utomo, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Bupati Rembang Harno, dan Bupati Blora Arief Rohman. Selain itu, melibatkan perwakilan elemen masyarakat di antaranya petani, nelayan, kaum disabilitas, dan sebagainya.

“Di 2025 kemarin sudah kita clear-kan RPJMD kota, dengan seluruh bupati dan wali kota soal infrastruktur, baik jalan, pertanian, sumber daya manusia, kesehatan dan lainnya. Ini menjadi batu loncatan untuk 2026 fokus pengembangan swasembada pangan,” ujar gubernur.

Luthfi menegaskan, Provinsi Jawa Tengah merupakan lumbung pangan. Sehingga, perlu ada sinergitas dan kolaborasi antara Pemprov dan Pemda, untuk mempertahankannya. Salah satu, menjaga luas lahan pertanian di Jateng agar tidak terkikis pembangunan.

“Upaya kita harus bareng-bareng. Terkait revitalisasi lahan, kita perketat, sidak jalur hijau yang semena-mena dijadikan bangunan, fasilitas terkait saluran entah sekunder primer kita perbaiki, kemudian memetakan daerah yang kering. Kita petakan biar kita bisa intervensi,” lanjutnya.

Untuk itu, pelaksanaan Musrenbang dimaksudkan untuk menyelaraskan program provinsi dengan daerah. Sehingga programnya bisa berkelanjutan dan berkesinambungan. “Kenapa ini perlu agar kesinambungan pembangunan kita jelas,” kata dia.

Ditambahkan, secara khusus pengembangan swasembada pangan akan dilihat dari masing-masing daerah. Sehingga, Musrenbang yang dilakukan di Ekskeresidenan tersebut, sekaligus untuk pemetaan program. “Aglomerasi di Ekskeresidenan Pati sama, yaitu nafasnya adalah menumbuhkan perekonomian baru,” pungkas Luthfi dilansir dari laman humas prov Jateng. she

You Might Also Like

Presiden Jokowi Optimistis Ekspor Mobil ke Filipina, Brunei, dan Jepang Meningkat
Satgas COVID-19 Minta Pemda Peka Baca Situasi Zonasi
Pembelian Beton Lebih Cepat dan Aman, SBI Gandeng Standard Chartered Bank Hadirkan Sistem Pembayaran Digital
Indosat Hadirkan Solusi untuk Sektor Pertanian, Perikanan, dan UMKM Indonesia
Menteri Ketenagakerjaan RI: Penambahan Guru Besar, Energi Baru USM dalam Mewujudkan SDM Unggul
TAGGED:Ahmad luthfiGubernur JatengJateng Fokus Swasembada Pangan
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?