By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: 436.986 Pekerja di Jawa Tengah Sudah Terima Bantuan Subsidi Upah
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

436.986 Pekerja di Jawa Tengah Sudah Terima Bantuan Subsidi Upah

Jatengdaily.com
Published: 18 Juli 2025 15:00
Share
Ilustrasi. Foto: Pixabay.com
SHARE

BOYOLALI (Jatengdaily.com)- Realisasi pencairan Bantuan Subsidi Upah (BSU) pekerja tahun 2025 di Jawa Tengah mencapai 69,2%.  Dari alokasi sebanyak 631.569 orang, yang sudah terealisasi sebanyak 436.986 orang. Persentase tersebut sudah di atas rata-rata nasional yang mencapai 63,5%.

Sementara, khusus di Kabupaten Boyolali, realisasi BSU sudah mencapai 12.535 orang atau 68,3% dari jumlah alokasi sebanyak 18.366 orang. BSU yang dicairkan kepada masing-masing penerima senilai Rp600.000 untuk dua bulan.

Gubernur Jawa Tengah,  Ahmad Luthfi berpesan agar bantuan yang diterima digunakan dengan baik untuk kesejahteraan keluarga.

“Pesan saya, gunakan untuk kesejahteraan, jangan digunakan yang aneh-aneh seperti buat judol (judi online),” kata Luthfi saat mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau pencairan BSU di Kantor Pos Indonesia Cabang Boyolali, Jumat, 18 Juli 2025.

Adapun sejak digulirkan pertama kali tahun 2020 oleh pemerintah pusat, BSU di Jawa Tengah sudah menjangkau lebih dari 2 juta pekerja. Tujuan pemberian bantuan tersebut adalah menjaga daya beli serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Sudah banyak (yang menerima) di tempat kita. Ini menunjang masyarakat untuk semua profesi. Artinya kita tinggal me-manage agar tepat sasaran, terus digunakan pada porsinya bagi penerima. Itu yang paling penting. Kita melakukan pengawasan dari dinas ketenagakerjaan,” jelas Luthfi.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengatakan, Boyolali adalah tempat ketiga yang ia kunjungi terkait pencairan BSU. Ia juga berpesan agar BSU yang diterima digunakan dengan baik untuk kegiatan produktif. Jangan sampai digunakan untuk judol, karena nanti akan dilacak dan bantuan akan dicabut.

“Gubernur, Bupati, dan Wali Kota saya minta ikut memonitor agar bantuan terlaksana dengan baik, tepat sasaran, dan penggunaan untuk hal positif,” katanya.

Seorang penerima BSU, Triningsih Sri Wulandari, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut. Penghasilan dari kerja sebagai tenaga honorer tata usaha di SMPN 2 Ampel tidak mencukupi untuk kebutuhan keluarga.

“Saya terima dua kali, tahun 2020 dan tahun ini. Sangat membantu, kalau honorer tahu sendiri gajinya berapa. Adanya bantuan sangat mendukung kebutuhan sehari-hari. Ini untuk konsumtif,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Tri Haryanto, ia sangat terbantu dengan adanya BSU. Uang yang diterima oleh karyawan PT Ansol Boyolali itu langsung akan langsung dibelikan kambing atau untuk usaha. she

You Might Also Like

PSSI Resmi Tunda Kompetisi Liga 1 2021-2022
Tim Gabungan Berhasil Evakuasi Kapolda Jambi dan Rombongan Yang Jatuh dari Pesawat di Hutan Bukit Tamiai Kerinci
Jelang New Normal Pemalang Justru Tambah Dua Pasien Positif Covid-19
Mengaku Dukun, Pemuda yang Asusila Dua Bocah dengan Modus Ingin Hilangkan Anak Jin Dibekuk Polres Pati
Tingkatkan Keunggulan Operasional, SIG Manfaatkan Cloud Amazon Web Services
TAGGED:bantuan subsidi upah
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?