SRMARANG (Jatengdaily.com) – Kementerian Agama (Kemenag) RI melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam akan menggelar Sakinah Funwalk dan Gerakan Sadar Pencatatan Nikah (GAS Nikah) pada Car Free Day (CFD) Simpang Lima Semarang, Minggu (28/9).
Persiapan kegiatan ini dipimpin oleh Direktur Bina Kantor Urusan Agama (KUA) dan Keluarga Sakinah Kemenag RI, Dr KH Cecep Khairul Anwar MAg, bersama Kabag TU Kanwil Kemenag Jawa Tengah Dr H Wahid Arbani, Kamis (11/9). Rapat juga dihadiri jajaran pejabat Ditjen Bimas Islam, perwakilan APRI Jateng, IPARI Jateng, serta tokoh terkait lainnya.
Cecep menyampaikan, jalan santai ini rencananya dilepas langsung oleh Menteri Agama Nazaruddin Umar, Wakil Menteri Agama, dan Dirjen Bimas Islam dari halaman Masjid Raya Baiturrahman. Rute akan mengitari Lapangan Simpang Lima, melewati Jalan Pahlawan dan bundaran air mancur, lalu kembali ke titik awal.
Menurut Cecep, sasaran utama kegiatan ini adalah generasi Z atau anak muda yang memasuki usia siap menikah. GAS Nikah menjadi bagian dari rangkaian Blissfull Mawlid 1447H yang berlangsung sejak 23 Agustus hingga 2 Oktober 2025 dengan tema Membumikan Shalawat Merawat Jagat. Ia juga mengajak keluarga besar Kemenag, penyuluh, penghulu, serta masyarakat umum untuk turut menyukseskan acara tersebut.
Lebih lanjut, Cecep menyoroti tren penurunan angka perkawinan yang terus terjadi dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan data, jumlah perkawinan nasional menurun dari 1,78 juta pada 2020 menjadi 1,47 juta pada 2024.
Di Jawa Tengah, meski terdapat lebih dari 5 juta warga usia nikah, hingga Juni 2025 hanya 107 ribu pasangan yang mencatatkan pernikahan di KUA. “Yang 4 juta lebih lalu ke mana dan ngapain?” ujarnya, sembari menekankan pentingnya pencatatan pernikahan agar memiliki kekuatan hukum.
Fenomena generasi muda yang mulai memandang pernikahan sebagai sesuatu yang menakutkan juga turut menjadi perhatian Kemenag. Ungkapan “marriage is scary” yang kerap muncul di media sosial dinilai perlu diluruskan agar tidak menghambat lahirnya keluarga tangguh menuju Indonesia Emas 2045.
“Perkawinan bukan sesuatu yang menakutkan jika dipersiapkan dengan baik. Ini tantangan bagi kita semua. Kita harus memberi edukasi agar generasi muda memahami pernikahan secara benar,” kata Cecep.
Untuk itu, Kemenag terus memperkuat program Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin (Bimwin).
Program ini membekali calon pasangan dengan keterampilan hidup, mulai dari komunikasi, pengelolaan keuangan keluarga, hingga manajemen konflik. “Dengan persiapan yang baik, perkawinan menjadi perjalanan yang menyenangkan, bukan menakutkan,” tandasnya. St
0



