Banjir di Demak Mulai Surut, Pompanisasi Dioptimalkan

Di beberapa area, ketinggian banjir masih sekitar 100 cm. Seperti terlihat di Dukuh Lengkong Desa/Kecamatan Sayung. Foto : sari jati

DEMAK (Jatengdaily.com)- Debit banjir di tiga kecamatan di Kabupaten Demak mulai turun. Sehubungan itu puluhan warga yang semula di pengungsian Desa Prampelan dan Loireng Sayung, serta Batu Karangtengah pun pulang ke rumah masing-masing, Selasa (11/02/2025).

Berkaitan itu pula, dapur umum (DU) BPBD Kabupaten Demak yang didirikan di Prampelan sudah mulai dibongkar. Namun demikian kegiatan DU untuk mensuplai kebutuhan makan warga terdampak banjir masih berlangsung di PMI dan Dinsos P2PA.

Bahkan sejumlah ASN turut dilibatkan untuk membantu tenaga relawan yang terbatas. Mengenai hal itu, Sekda Kabupaten Demak H Akhmad Sugiharto ST MT menyampaikan, ASN yang membantu kegiatan DU PMI sebagai bentuk kepedulian. Hal itu dibolehkan sepanjang tidak mengganggu tugas pelayanan publik.

“Sengaja saya mengetuk hati ASN sebagai bentuk kepedulian mereka pada masyarakat terdampak bencana banjir. Namun dengan syarat tugas pelayanan publik tetap berjalan,” kata sekda.

Agar tak menganggu tugas dan tanggungjawab mereka sebagai ASN, tentu aksi kepedulian dilakukan dengan bergilir atau bergantian. Maka itu tidak semua staf OPD membantu para relawan di DU PMI ataupun Dinsos P2PA.

“Yang mau dan bisa saja. Tidak semua staf di OPD harus ikut. Jadi semuanya masih bisa berjalan,” imbuh sekda, yang juga Ketua PMI Kabupaten Demak itu.

Sehubungan kondisi yang membaik, ditandai turunnya debit banjir 15-30 cm, para pengungsi mulai pulang. Walau demikian DU di PMI dan Dinsos P2PA masih berjalan, sebab belum semua warga bisa berkegiatan seperti sedia kala.

“Semoga 1-2 hari ke depan sudah surut semuanya. Untuk itu pompanisasi terus dioptimalkan di beberapa titik. Baik di rumah pompa maupun menggunakan pompa mobile bantuan dari BPBD Provinsi Jateng, BPBD Jepara serta milik BPBD Demak,” tandasnya. rie-she

 

Share This Article
Exit mobile version