By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: BGN Gelar Bimtek Penjamah Pangan Serentak di 12 Kabupaten/Kota
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

BGN Gelar Bimtek Penjamah Pangan Serentak di 12 Kabupaten/Kota

Last updated: 17 Oktober 2025 13:21 13:21
Jatengdaily.com
Published: 17 Oktober 2025 13:21
Share
SHARE

BANYUMAS (Jatengdaily.com) -Direktorat Penyedia dan Penyaluran Wilayah II Badan Gizi Nasional (BGN) sukses melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penjamah Pangan pada tanggal 11-12 Oktober 2025 di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan di dua tempat, yaitu Hotel Aston dan Grand Karlita Purwokerto dengan diikuti sebanyak 1.000 peserta.

Bimtek tersebut merupakan bagian dari rangkaian Bimtek Penjamah Pangan yang dilaksanakan oleh Direktorat Penyedia dan Penyaluran Wilayah II Badan Gizi Nasional (BGN) secara serentak di 12 kabupaten dan kota pada 11–12 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi langkah strategis BGN dalam memperkuat kompetensi tenaga pelaksana gizi di daerah serta memastikan seluruh proses penjamahan dan penyediaan pangan berjalan aman, higienis, dan sesuai standar nasional.

Bimtek secara keseluruhan diikuti oleh 10.000 peserta, terdiri dari kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), ahli gizi, akuntan, dan relawan SPPG dari berbagai wilayah. Mereka merupakan garda terdepan dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi masyarakat — mulai dari dapur pelayanan hingga distribusi pangan di lapangan.

Peserta SPPG ikuti bimtek penjamah pangan. Foto: dok

“Keamanan pangan dimulai dari tangan-tangan penjamah pangan yang kompeten. Melalui kegiatan ini, BGN memastikan seluruh unsur pelaksana SPPG memahami prinsip higienitas, sanitasi, serta pengendalian risiko pangan di setiap tahap pelayanan,” jelas Dr. Nurjaeni, Ph.D., Direktur Penyedia dan Penyaluran Wilayah II BGN, dilansir Jumat (17/10/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di 12 kabupaten/kota di bawah koordinasi Wilayah II BGN, yaitu: Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kota Jakarta Timur, Kota Jakarta Utara, Kabupaten Kulon Progo, dan Kabupaten Sleman.

Setiap kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala KPPG (Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi) setempat, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas profesi dalam menjaga mutu dan keamanan pangan. Pelaksanaan dilakukan tatap muka langsung di lokasi dengan pendampingan teknis dan pemantauan virtual oleh tim pusat BGN.

Fokus Materi dan Capaian
• Prinsip dasar keamanan pangan dan higienitas dapur;
• Prosedur sanitasi penjamah makanan dan lingkungan kerja;
• Pencegahan kontaminasi silang dan risiko mikrobiologi;
• Penanganan bahan pangan, penyimpanan, dan distribusi aman;
• Pemanfaatan Learning Management System (LMS) Penjamah Pangan sebagai media pembelajaran berkelanjutan.

Melalui kombinasi teori dan praktik, peserta dilatih untuk mengidentifikasi risiko, melakukan tindakan pencegahan, serta menerapkan prosedur standar keamanan pangan di unit kerja masing-masing. Setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan, peserta mendapatkan sertifikat kompetensi penjamah pangan yang diterbitkan oleh BGN sebagai pengakuan resmi atas kemampuan mereka dalam menjaga mutu dan keamanan pangan di lapangan.

Adapun harapan dan dampaknya dari pelaksanaan bimtek ini adalah menjadi wujud nyata komitmen BGN dalam memperkuat sistem keamanan pangan dari tingkat lokal hingga nasional. Program ini diharapkan mampu menciptakan budaya kerja higienis dan aman, serta menurunkan risiko Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan di masyarakat.

“Dengan tersertifikasinya 10.000 penjamah pangan dari unsur SPPG di 12 kabupaten/kota, kita memperkuat sistem pelayanan gizi yang tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dan terpercaya bagi masyarakat,” tegas Dr. Nurjaeni. she

You Might Also Like

Menkeu Optimis Jateng Mampu Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Jadi 7%
Bersama Warga, Presiden Prabowo Sambut Tahun Baru di Tapanuli
Di UGM, UTBK SBMPTN Diikuti 11.716 Peserta
Tangis Ganjar Pecah Saat Pamitan ke Warga; Kulo Tresno Panjenengan
Yoyok Sukawi Lelang Kaos PSIS Musim 2017
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?