BNPB Tambah Armada Udara Kendalikan Cuaca di Semarang

3 Min Read
Petugas memuat bahan semai Natrium Klorida (NaCl) ke dalam lambung pesawat dalam rangkaian proses Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Jawa Tengah di Apron Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah. Foto: BNPB
Petugas memuat bahan semai Natrium Klorida (NaCl) ke dalam lambung pesawat dalam rangkaian proses Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Jawa Tengah di Apron Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah. Foto: BNPB

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Cuaca cerah menyelimuti Kota Semarang, Jawa Tengah, sepanjang Rabu (29/10/2025). Meski demikian, sejumlah titik di wilayah pesisir dan tengah kota masih digenangi air akibat sisa hujan sehari sebelumnya yang belum sepenuhnya surut.

“Pantauan tim Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom) BNPB, genangan masih terdeteksi di sepanjang Jalan Kaligawe Raya hingga wilayah Genuk. Ketinggian air di depan RSI Sultan Agung bahkan kembali naik hingga 90 sentimeter,” ujar Kepala Pusdatinkom Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari dilansir dari laman InfoPublik, Jumat  (31/10/2025).

Truk-truk besar tampak terseok melintasi jalur tersebut, sementara kendaraan kecil tidak dapat melintas. Sejumlah pekerja di kawasan industri Kaligawe terpaksa menumpang truk logistik agar tetap bisa bekerja.

Banjir masih merendam 15 kelurahan di tiga kecamatan, dengan total 22.669 jiwa terdampak dan 39 jiwa mengungsi. Tiga warga dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan air, sementara satu orang masih dalam pencarian.

Untuk mempercepat penurunan genangan, pompa milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Pusat Pengendalian Sarana dan Prasarana Sumber Daya Air (PPSDA), serta BNPB terus dioperasikan. Air yang menggenangi kawasan tengah hingga utara kota disedot menuju dua kolam retensi dan dialirkan ke Laut Jawa. Namun, debit air tetap tinggi karena pasokan dari hulu Sungai Tenggang dan Sringin belum berhenti.

Radar cuaca Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang menunjukkan awan konvektif dengan potensi hujan sedang hingga lebat masih terbentuk di wilayah hulu. Kondisi ini menyebabkan banjir di Kota Semarang sulit surut. Selain itu, keberadaan proyek tol dan tanggul laut turut memperlambat aliran air menuju laut.

Menanggapi situasi tersebut, BNPB menambah armada Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan memperluas cakupan wilayah operasi.

Menurut Abdul Muhari, penambahan pesawat penabur bahan semai natrium klorida (NaCl) dan kalsium oksida (CaO) dilakukan untuk mengendalikan awan pembawa hujan yang mengepung Semarang dari berbagai arah.

Sebelumnya, BNPB telah mengerahkan satu pesawat Cessna Caravan PK-SNM untuk mengurai awan agar tidak menurunkan hujan di wilayah terdampak banjir maupun daerah hulu sungai. Namun, masifnya pembentukan awan membuat satu armada belum mencukupi.

Pesawat tambahan akan dikerahkan dengan jangkauan operasi yang lebih luas, mulai Kamis (30/10/2025). Berbeda dari sebelumnya, armada kedua ini akan ditempatkan di Lanud Adi Soemarmo, Solo, sebagai posko OMC wilayah selatan Jawa Tengah.

Melalui penambahan armada udara ini, BNPB berharap upaya percepatan penanganan banjir dan mitigasi bencana ke depan dapat berjalan lebih optimal. Ketika satgas darat terus bekerja di lapangan, di langit, BNPB memperkuat kendali cuaca agar hujan turun di tempat yang semestinya. she 

 

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.