By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Bonus Demografi dan Jejak Tradisi: Samuel Wattimena Ajak Generasi Muda Jadi Motor Pelestarian Budaya
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Bonus Demografi dan Jejak Tradisi: Samuel Wattimena Ajak Generasi Muda Jadi Motor Pelestarian Budaya

Jatengdaily.com
Published: 23 Agustus 2025 18:30
Share
Para narsum foto bersama usai Dialog Kita Indonesia dengan tema Pelestarian Budaya di Tengah Gempuran Modernisasi di Auditorium RRI Semarang, Sabtu (23/8/2025). Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Sorak musik tradisional, derap langkah peragaan busana, hingga percakapan hangat mengalir di Auditorium RRI Semarang, Sabtu (23/8/2025).

Dialog kebudayaan bertajuk Kita Indonesia itu tak hanya menghadirkan diskusi, tetapi juga dikemas dalam format variety show yang memadukan dialog, musik, hingga fashion etnik.

Di hadapan ratusan peserta, Anggota DPR RI Komisi VII, Samuel Wattimena, menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia sedang berada di ambang kesempatan besar. Bonus demografi yang tengah dialami bangsa ini, menurutnya, bukan sekadar angka statistik, melainkan “armada” generasi muda yang bisa menjadi motor pelestarian budaya.

“Kalau ditanya bagaimana kebudayaan perlu disyukuri, jawabannya sederhana: kita punya generasi muda yang besar, yang bisa menjadi penggerak untuk mensosialisasikan kebudayaan kita. Ini emas di tangan,” ucapnya penuh semangat.

Namun Samuel juga mengingatkan, tanpa arah yang jelas, energi anak muda bisa berbalik menjadi ancaman. “Kalau tidak tahu bagaimana mengarahkannya, mereka bisa jadi chaos. Dan kita hanya akan jadi pasar, dimanfaatkan globalisasi tanpa punya pegangan sendiri,” tegasnya.

Ia mendorong generasi muda untuk menjadikan teknologi sebagai sahabat dalam melestarikan warisan Nusantara. Media sosial, kanal digital, hingga platform kreatif, kata Samuel, bisa menjadi jembatan yang membuat budaya tetap hidup sekaligus relevan di tengah modernisasi.

Nada yang sama juga disampaikan Anggota DPR RI Komisi VII lainnya, Yoyok Riyo Sudibyo, yang berpesan agar generasi muda terus bersikap kreatif dan positif. “Kekayaan budaya kita harus dijadikan modal dasar untuk meraih kesuksesan. Jangan sampai kita kehilangan akar,” ungkapnya.

Suasana dialog semakin hidup ketika Anisitus Amanat Gaham, Ketua Keluarga Besar Manggarai Semarang, berbagi kisah bagaimana komunitasnya menjaga tradisi leluhur di perantauan.

Ia menyebut seni Caci—pertunjukan adu ketangkasan khas Manggarai—bukan sekadar tarian, tetapi ikatan batin yang membuat perantau Manggarai tetap terhubung dengan tanah asalnya.

“Di mana pun berada, orang Manggarai akan berusaha hadir untuk melestarikan seni Caci. Itu bagian dari jati diri kami,” kata Anisitus.

RRI Semarang bersama komunitas Manggarai bahkan menyiapkan Festival Budaya pada Minggu (24/8/2025) dengan menampilkan seni Caci sejak pukul 06.00 pagi. Pertunjukan ini akan diiringi pawai budaya yang meriah, memperlihatkan kekayaan pakaian adat Manggarai, Kalimantan, Flores, Papua, hingga Jawa Tengah.

Di tengah gempuran modernisasi, acara itu menjadi pengingat bahwa tradisi bukanlah beban masa lalu, melainkan sumber kekuatan untuk melangkah ke masa depan.

Seperti yang diucapkan Samuel, warisan budaya adalah “emas di tangan”—tinggal bagaimana generasi muda mengolahnya menjadi cahaya yang memperkaya identitas bangsa. St

You Might Also Like

PKS Jateng-Wagub Diskusi Penanganan COVID-19
Trans Jateng Semarang-Grobogan Dioperasikan, Pelajar dan Pedagang Merasa Terbantu
Kemlu Upayakan Pembebasan WNI yang Diculik di Gabon
Cegah Penyakit Mulut dan Kuku, Pemkab Temanggung Lakukan Desinfeksi Pasar Hewan
PT Naga Baladika Berbagi, dari Pesta Rakyat, Sembako hingga Siapkan Ambulans untuk Warga
TAGGED:Bonus Demografi dan Jejak TradisiJadi Motor Pelestarian BudayaSamuel Wattimena Ajak Generasi Muda
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?