Cahaya dari Panggung Wisuda USM, Kisah Dua Wisudawan Raih IPK Sempurna

Isak haru bercampur tepuk tangan riuh memenuhi Auditorium Ir Widjatmoko dan Auditorium Prof. Dr. Muladi, SH, Rabu (27/8/2025). Sebanyak 787 wisudawan Universitas Semarang (USM) menapaki babak baru dalam hidup mereka pada Wisuda Ke-73 Program Diploma, Sarjana, dan Magister. Foto:dok
SEMARANG (Jatengdaily.com) – Isak haru bercampur tepuk tangan riuh memenuhi Auditorium Ir Widjatmoko dan Auditorium Prof. Dr. Muladi, SH, Rabu (27/8/2025). Sebanyak 787 wisudawan Universitas Semarang (USM) menapaki babak baru dalam hidup mereka pada Wisuda Ke-73 Program Diploma, Sarjana, dan Magister. Namun di antara ratusan toga hitam yang berderet rapi, dua sosok tampil begitu mencuri perhatian: Miranda Fuji Larasati dan Haizul Ma’arif.
Keduanya dinobatkan sebagai wisudawan terbaik dengan capaian IPK sempurna, 4.00. Miranda, dari Program Studi S1 Manajemen, dan Haizul, dari Program Magister Hukum, menjadi simbol nyata bahwa kerja keras, ketekunan, dan doa tidak pernah mengkhianati hasil.
Momen itu terasa semakin dramatis ketika Miranda berdiri mewakili para wisudawan menyampaikan sambutannya. Dengan suara bergetar namun penuh keyakinan, ia menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir, melainkan awal perjalanan yang sesungguhnya di tengah masyarakat.
“Ilmu yang kita peroleh bukan untuk meninggikan diri, bukan pula untuk menghina atau menipu orang lain. Ilmu adalah cahaya yang seharusnya menerangi, menuntun langkah, dan menjadi jalan pengabdian bagi sesama,” tuturnya, disambut tepuk tangan panjang yang menggema di ruang wisuda.
Di hadapan para orang tua yang matanya berkaca-kaca, Miranda mengucapkan terima kasih penuh ketulusan. “Keringat dan perjuangan kalian adalah alasan kami bisa berdiri di sini hari ini. Terimalah gelar ini sebagai hadiah sederhana atas pengorbanan kalian,” katanya, membuat suasana semakin mengharukan.
Tak hanya untuk keluarga, Miranda juga menyampaikan penghormatan kepada para dosen dan civitas akademika USM yang telah membentuk mereka menjadi lulusan berintegritas. Ia bahkan tak lupa menyinggung tawa, air mata, hingga kerja keras yang mewarnai perjalanan mahasiswa—sebuah kenangan yang akan selalu melekat dalam hidup mereka.
Selain Miranda dan Haizul, deretan wisudawan terbaik lain juga ikut mengukir kebanggaan: Devinta Yemima Christianto (IPK 3,97, D-III Manajemen Perusahaan), Sultan Fariz Alfaba (IPK 3,91, S1 Ilmu Hukum), Nandita Zahra Yulcrisa (IPK 3,62, S1 Akuntansi), hingga Umar Diharja (IPK 3,90, S2 Psikologi).
Wisuda kali ini turut dihadiri jajaran penting Yayasan Alumni Undip dan pimpinan USM, termasuk Rektor Dr. Supari, STB, MT. Mereka menjadi saksi lahirnya generasi baru yang siap terjun ke masyarakat, membawa ilmu sebagai bekal pengabdian.
Di akhir acara, cahaya lampu panggung seakan menyinari setiap wajah penuh harapan. Gelar yang diraih hari itu bukan sekadar huruf di selembar ijazah, melainkan amanah—untuk terus berkontribusi, berkarya, dan menjadi lentera di tengah masyarakat. St