DEMAK (Jatengdaily.com) – Upaya percepatan transformasi layanan administrasi kependudukan terus dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Demak. Melalui Forum Konsultasi Publik (FKP) bertema Kolaborasi untuk Akselerasi Transformasi Adminduk Gerakan Demak Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (Gadis Ideal), pemerintah daerah menggencarkan sosialisasi terkait Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Plt Kepala Dindukcapil Demak, Kurniawan Arifendi ST MH selaku narasumber menjelaskan bahwa “Gadis Ideal” merupakan terobosan percepatan aktivasi IKD di masyarakat. Program ini dihadirkan untuk meningkatkan efektivitas layanan administrasi kependudukan, mendukung layanan publik berbasis data, sekaligus mendorong literasi digital warga.
IKD sendiri adalah bentuk transformasi identitas kependudukan ke dalam platform digital yang lebih cepat, aman, dan efisien. Implementasinya mendasar pada UU Nomor 24 Tahun 2013, Permendagri Nomor 72 Tahun 2022, serta SE Dirjen Dukcapil.
“Muaranya masyarakat tidak lagi perlu membawa banyak dokumen fisik, karena semua sudah terintegrasi dalam identitas digital,” jelas Kurniawan.
Selain praktis, IKD juga menjamin keamanan data karena tersimpan menggunakan sistem enkripsi. Identitas digital tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai layanan publik maupun swasta, seperti urusan BPJS, pembelian tiket transportasi, bantuan sosial, pendidikan, hingga perbankan.
“Sementara bagi pemerintah daerah, IKD memberikan manfaat besar berupa data yang lebih akurat sehingga mendukung pembangunan Demak Smart City,” imbuhnya.
Aktivasi IKD dilakukan dengan pendampingan langsung oleh admin desa melalui sistem SIAK terpusat. Warga hanya perlu membawa KTP-el, memiliki email atau nomor ponsel aktif, serta melakukan verifikasi biometrik. Namun diakui, percepatan aktivasi masih terkendala keterbatasan sarana, kurangnya sosialisasi, dukungan multipihak, hingga literasi digital yang belum merata.
Untuk itu, strategi percepatan “Gadis Ideal” dilakukan dengan metode jemput bola ke desa-desa, kolaborasi dalam berbagai event komunitas, publikasi multimedia yang edukatif, serta monitoring harian dan evaluasi berkala. Kurniawan berharap dukungan seluruh pemangku kepentingan dapat mempercepat pemanfaatan IKD secara luas.
Turut hadir sebagai narasumber Penasehat Rektor Universitas Sultan Fatah (Unsifat) Demak, Dr Suemy MSi, yang memaparkan materi tentang kolaborasi transformasi layanan adminduk serta pentingnya validitas data bagi efektivitas pelayanan publik. Ia menegaskan, dukcapil bukan pelayanan dasar, namun menjadi dasar dari seluruh pelayanan.
“Semua layanan membutuhkan dokumen kependudukan. Karena itu, IKD harus segera terwujud untuk memudahkan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan FKP ini diikuti perwakilan kepala desa, NGO, dan media massa sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung inovasi layanan publik di Kabupaten Demak. Dengan kolaborasi lintas sektor, pemerintah optimistis aktivasi IKD dapat merata hingga seluruh lapisan masyarakat. rie-she


