Flipchart Karya Mahasiswa Unnes, Cahaya Baru untuk Ibu Hamil di Desa Belor

Dokumentasi penyerahan karya ke pihak PKD Belor. Foto:dok
GROBOGAN (Jatengdaily.com) – Senyum haru terpancar di wajah Bidan Desa Belor, Sinta Irmawati Dewi Amd.Keb., ketika menerima sebuah flipchart berjudul “Kenali KEK pada Ibu Hamil”.
Bukan sekadar lembaran bergambar, media edukasi sederhana itu lahir dari kepedulian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNNES GIAT 12 SKM terhadap kesehatan ibu hamil di pelosok desa.
Adalah A’idah Ramadhani Qonita Dzil Izzati, salah satu mahasiswa dari tim KKN UNNES GIAT 12 SKM, yang menyerahkan flipchart tersebut ke Poliklinik Kesehatan Desa (PKD) Belor.
Dengan tampilan visual yang lugas, sederhana, namun penuh makna, media ini dirancang agar para ibu hamil dan keluarganya lebih mudah memahami bahaya Kekurangan Energi Kronis (KEK)—sebuah ancaman kesehatan yang kerap luput dari perhatian, namun dampaknya bisa merenggut masa depan ibu dan buah hatinya.
Sebelumnya, A’idah bersama rekan-rekannya telah turun langsung menyapa para ibu melalui kegiatan Kelas Ibu Hamil.
Di sana, mereka berbagi ilmu tentang pentingnya gizi seimbang, cara mencegah KEK, hingga bahaya yang bisa ditimbulkan pada tumbuh kembang janin.
Namun, mereka sadar, sosialisasi saja tidak cukup. Informasi harus terus hidup, menempel dalam ingatan, dan dapat dilihat kembali kapan saja masyarakat datang ke PKD. Dari kesadaran itulah flipchart ini lahir.
“Flipchart ini sangat membantu kami. Dengan adanya media visual, ibu-ibu akan lebih mudah memahami saat kami melakukan konseling gizi,” ujar Sinta dengan penuh semangat.
Baginya, karya mahasiswa itu bukan sekadar alat bantu, melainkan wujud nyata sinergi antara tenaga kesehatan dan generasi muda dalam menjaga masa depan desa.
Kini, setiap kali seorang ibu hamil duduk di ruang PKD Belor, lembar demi lembar flipchart akan menemani mereka. Bukan hanya sekadar gambar, melainkan pesan berharga: bahwa menjaga asupan gizi bukan hanya tentang hari ini, tetapi juga tentang melahirkan generasi yang kuat, sehat, dan bebas dari masalah gizi.
Kehadiran media edukasi ini menjadi simbol kecil dari perjuangan besar: membangun kesadaran masyarakat dari akar rumput.
Sejalan dengan tagline “Bersama Unnes GIAT, membangun Indonesia dari desa”, karya sederhana itu diharapkan menjadi warisan pengetahuan yang tak lekang oleh waktu—mengalir dari satu ibu ke ibu lainnya, dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Penulis: A’idah Ramadhani Qonita Dzil Izzati, salah satu mahasiswa dari tim KKN UNNES GIAT 12 SKM Desa Belor, Grobogan