Gelar Silaturrahim Kebangsaan, DPW LDII Jateng Merawat Kesatuan Bangsa

4 Min Read
Ketua DPW LDII Provinsi Jawa Tengah, Ketua Umum DPP LDII dan sejumlah narasumber dalam acara “Silaturrahim Kebangsaan Jilid V” . Foto: Siti KH
Ketua DPW LDII Provinsi Jawa Tengah, Ketua Umum DPP LDII dan sejumlah narasumber dalam acara “Silaturrahim Kebangsaan Jilid V” . Foto: Siti KH

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Wakapolda Jawa Tengah Kombes Pol. Latif Usman mengatakan, dalam mewujudkan toleransi dan kerukunan antar umat beragama maka harus diperkuat sinergi lintas sektor dan lintas agama.

Juga mendorong pendidikan toleransi sejak dini, menumbuhkan budaya dialog dan mengoptimalkan peran bhabinkamtibmas dan polisi RW.

”Perbedaan di tengah masyarakat jangan dijadikan pemicu konflik, karena perbedaan pada dasanya mencerminkan keberagaman,” jelas Wakapolda, Sabtu (26/7/2025).

Wakapolda Jateng mengatakan hal tersebut dalam “Silaturrahim Kebangsaan Jilid V” yang digelar oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Jawa Tengah, yang mengusung tema “Memperkuat Toleransi Inter dan Antar Umat Beragama untuk Mewujudkan Masyarakat Harmoni di Jawa Tengah”, di Hotel Santika Semarang.

Sementara itu, Pengurus Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Jawa Tengah sekaligus MUI Jawa Tengah K.H.M. Iskandar Chang I Po, menekankan peran strategis ulama dan institusi keulamaan dalam membentuk masyarakat plural yang toleran dan visioner.

Dalam konteks masyarakat multikultural seperti Indonesia, keberadaan otoritas moral-keagamaan yang mampu membimbing umat melalui pendekatan moderat dan inklusif menjadi sangat penting untuk mencegah fragmentasi sosial dan politisasi agama yang destruktif.

Ia mendorong agar MUI tetap menjadi moral compass yang visioner dalam menghadapi dinamika sosial-kultural ke depan.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Jawa Tengah Prof. Dr. H. Singgih Tri Sulistiyono, M.Hum mengatakan, acara silaturahmi ini melibatkan semua anggota LDII se-Jateng.

”Sebagai provinsi dengan konfigurasi sosial yang majemuk, Jawa Tengah menyimpan kekuatan sekaligus tantangan dalam membangun harmoni. Di sinilah silaturrahim berperan sebagai pranata sosial-religius yang esensial. Silaturrahim Kebangsaan menjadi medium membangun kepercayaan, memperkuat dialog, serta merawat kebersamaan antarkomponen bangsa, dalam bingkai NKRI dan semangat Bhinneka Tunggal Ika,” jelasnya.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh DPW LDII Jawa Tengah menandai sebuah forum lintas-sektor yang bersifat strategis, dengan menghadirkan narasumber dari pelbagai institusi negara dan keagamaan tingkat nasional.

Forum ini merepresentasikan sinergi antara aktor negara, tokoh masyarakat, dan institusi keagamaan dalam merespons kompleksitas tantangan kebangsaan kontemporer, terutama yang berkaitan dengan krisis toleransi, fragmentasi sosial, dan erosi nilai-nilai kolektif.

Ketua Umum DPP LDII KH Ir Chriswanto Santoso, M.Sc mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi LDII dalam membangun kultur sosial yang damai dan inklusif.

“Silaturrahim ini bukan hanya ajang seremonial, tetapi bentuk nyata dari upaya membumikan nilai-nilai Pancasila dalam ruang kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Lebih dari itu, Silaturrahim Kebangsaan Jilid V juga menjadi ruang epistemik kolektif untuk menghimpun pemikiran, memperkuat kualitas sumber daya manusia, dan membina kerukunan lintas identitas demi ketahanan bangsa.

Kegiatan ini menjadi penegas bahwa kerukunan bukan sesuatu yang alamiah, tetapi harus terus diikhtiarkan melalui komunikasi, kebijakan, dan kolaborasi. Di tengah era globalisasi, ketika intoleransi kerap berkamuflase melalui ruang digital, silaturrahim menjadi benteng sosial dan spiritual untuk menegakkan kemanusiaan bersama.

DPW LDII Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah, aparat, tokoh agama, dan masyarakat sipil dalam menjaga integrasi nasional melalui pendekatan yang dialogis, partisipatif, dan konstruktif.

Ada harapan bahwa kegiatan seperti ini layak diapresiasi. Sebab kerukunan bukan sesuatu yang datang begitu saja. Ia tidak turun dari langit, bukan pula hasil dari seremonial belaka. Kerukunan harus terus diikhtiarkan, dirawat melalui komunikasi lintas kelompok, didorong lewat kebijakan yang inklusif, dan diperkuat melalui kolaborasi nyata antar elemen bangsa.

Hadir juga sebagai pembicara dalam kesempatan ini Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Tengah Dr. H. Saiful Mujab dan Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Jateng Freddy D Simandjuntak SH MH. she

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.