JAKARTA (Jatengdaily.com)- Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Kemkomdigi RI) terus mendorong pertumbuhan industri gim nasional melalui kolaborasi dengan Asosiasi Game Indonesia (AGI) dalam penyelenggaraan Indonesia Game Developer eXchange (IGDX) Business & Conference 2025 yang berlangsung di The Stones Hotel, Legian, Bali, pada 9–11 Oktober 2025.
Direktur Jenderal (Dirjen) Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menyampaikan bahwa tujuan utama pelaksanaan IGDX 2025 adalah untuk menggairahkan kembali industri gim Indonesia agar semakin kompetitif dan berdaya saing global. “Jadi memang tujuannya untuk menggairahkan lagi industri gim di Indonesia. Pada 2019 industri ini masih kecil sekali, dan setelah itu semakin lama semakin besar,” ujar Dirjen Ekosistem Digital Kemkomdigi di sela-sela acara IGDX 2025, Kamis (9/10/2025).
Edwin menjelaskan, IGDX tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga ruang strategis untuk mempertemukan pelaku industri gim nasional dengan investor global melalui kegiatan pertemuan penjajakan bisnis (business match meeting). “Dalam kegiatan yang berlangsung tiga hari ini sudah tercatat sekitar 1.600 sesi pertemuan tatap muka (one-on-one meeting) antara studio gim Indonesia dan investor global. Harapannya, dari ajang ini akan muncul investasi baru yang bisa mempercepat pertumbuhan industri gim nasional,” jelas Dirjen Ekosistem Digital.
Ajang Kolaborasi dan Sinergi Ekosistem
IGDX 2025 diikuti oleh ribuan peserta dari dalam dan luar negeri, termasuk pengembang gim, penerbit, investor, akademisi, dan komunitas kreatif. Ajang tahunan ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor yang memperkuat ekosistem digital kreatif Indonesia.
Ketua AGI, Shafiq Husein, menegaskan bahwa IGDX 2025 mempersatukan seluruh elemen industri gim nasional dengan visi bersama untuk membawa karya anak bangsa ke panggung dunia. “Acara ini mempersatukan semua ekosistem gim di Indonesia dengan visi utama untuk membawa gim Indonesia ke tingkat global. Saya mengapresiasi Komdigi atas terselenggaranya IGDX 2025 dan berharap industri gim nasional terus berkembang,” ujarnya.
Shafiq menambahkan, penguatan industri gim membutuhkan kolaborasi dan kepercayaan antarpelaku industri, akademisi, serta pemerintah. “Satu hal yang pasti, kita tidak bisa membangun industri ini sendiri. Diperlukan kolaborasi, kepercayaan, dan saling mendorong untuk belajar, membangun jaringan, dan menciptakan jembatan. Hanya dengan cara itu kita bisa membangun industri gim yang kuat dan berkelanjutan,” tandas Ketua AGI.
IGDX 2025 menjadi bagian dari strategi nasional pengembangan ekonomi digital yang berfokus pada penciptaan talenta, perluasan pasar, dan peningkatan investasi. Melalui kegiatan ini, Kementerian Komdigi RI berupaya menghadirkan ekosistem yang mendukung pengembang lokal agar mampu menembus pasar global sekaligus menjadikan Indonesia sebagai pusat industri kreatif digital di Asia Tenggara. she


