By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Industri Tembakau di Kudus Berencana Tampung 2.000 Eks Buruh Sritex
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Industri Tembakau di Kudus Berencana Tampung 2.000 Eks Buruh Sritex

Last updated: 6 Maret 2025 07:14 07:14
Jatengdaily.com
Published: 6 Maret 2025 07:14
Share
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Foto: Prov Jateng
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Untuk mengurangi dampak sosial atas pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 10 ribuan buruh PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) di Kabupaten Sukoharjo, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menjalin komunikasi dengan lintas sektor.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi mengatakan, komunikasi dilakukan dengan pemerintah pusat, daerah, hingga sektor dunia usaha. Khusus dari dunia usaha, ada satu perusahaan industri tembakau di Kudus, yang siap menampung setidaknya 2.000 pekerja. “Tadi salah satu sudah bisikin saya, siap (menyerap) 2.000-an orang (pekerja),” kata Luthfi, di sela kunjungannya di PT Djarum Oasis, Kudus, Rabu (5/3/2025) dilansir dari laman humas prov Jateng.

Mantan Kapolda Jateng ini juga menyebut, berdasarkan data terbaru, terdapat hampir 22 perusahaan yang siap menampung eks pekerja Sritex, manakala tidak tertampung di dunia kerja lain.

Terkait kapan hal itu akan terealisasi, Luthfi menerangkan, Pemprov Jateng sifatnya mengupayakan dan tidak menjanjikan sepenuhnya. “10 ribuan orang itu tidak gampang. Kita pilih, pilah, dan analisa. (Kita) tanya satu-satu, apalagi tidak semua (eks) karyawan Sritex berdomisili di sana. Ada juga yang dari luar Sukoharjo,” ucapnya.

Luthfi menambahkan, pemprov menyiapkan Balai Latihan Kerja (BLK) bila ada karyawan yang ingin bekerja mandiri. Pihaknya juga mengupayakan hak-hak pekerja, agar tersampaikan sebelum Hari Raya Idulfitri 1446 H atau Lebaran 2025. “Terkait tunjangan jaminan hari tua (JHT), dan tunjangan pemutusan hubungan kerja, kami upayakan maksimal (terbayar) sebelum hari raya (Lebaran 2025),” kata dia.

Menurut Luthfi, hal lain yang juga perlu dipikirkan adalah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di lingkungan PT Sritex. “Saya sudah koordinasi dengan Bupati (Sukoharjo) agar mendata pelaku UMKM. Nanti kita akselerasi juga agar dampak sosial bisa kita minimalisir,” tandasnya. she

You Might Also Like

Kasad Tegaskan Netralitas TNI-Polri di Pilkada 2024
Diduga Ubah Identias, Polri Buru Gembong Narkoba Fredy Pratama ke Thailand dan Malaysia
SIG Catatkan Laba Sebesar Rp472 Miliar di Tengah Kontraksi Permintaan Semen Domestik
Binsar M Gulton Raih Profesor Kehormatan dari FH Unissula
Lantik 16 Pati, Kapolri: Kapolda yang Tak Mampu Kembalikan Kepercayaan Publik akan Dievaluasi
TAGGED:buruh SritexIndustri Tembakau di Kudus
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?