By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Jumlah Meningkat, Deteksi Dini Jadi Kunci Berantas Kasus TBC
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Jumlah Meningkat, Deteksi Dini Jadi Kunci Berantas Kasus TBC

Last updated: 22 Januari 2025 06:57 06:57
Jatengdaily.com
Published: 22 Januari 2025 07:15
Share
Ilustrasi. Foto: halodok
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com)- Kementerian Kesehatan menyatakan deteksi kasus secara dini menjadi salah satu kunci dalam memberantas tuberkulosis (TBC) di Indonesia yang jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun.

“TBC penyakit yang bisa diobati asal cepat ditemukan dan bisa berobat hingga tuntas, dan TBC juga bisa dicegah dengan melakukan skrining atau deteksi dini,” ujar Direktur Penyakit Menular Kemenkes, Ina Agustina.

Direktur Ina mengatakan Indonesia menempati peringkat kedua negara dengan angka TBC tertinggi di dunia dengan estimasi mencapai 1.090.000  kasus dengan kematian mencapai 125.000 orang pada 2023.

Sementara peringkat pertama ditempati India dengan estimasi mencapai 2.800.000  kasus dengan angka kematian mencapai 315.000 orang. Data tersebut merujuk pada laporan Global Tuberkulosis Report 2024.

Untuk kasus pada 2024 di Indonesia, Direktur Ina mengatakan terlaporkan sebanyak 860.100 kasus yang terkonfirmasi TBC. Dari jumlah tersebut 751.574 orang melakukan pengobatan.

“Tidak hanya masalah nasional, tapi global, diperkirakan sekitar 1 miliar kematian akibat TBC secara global dalam 200 tahun terakhir,” ujar Direktur Ina.

Deteksi kasus diperlukan agar penderita tidak saling menularkan. Pemahaman yang belum kuat di masyarakat soal TBC ini juga menjadi tantangan dalam upaya menekan angka penyakit menular tersebut.

Pemerintah, kata dia, telah mengidentifikasi sejumlah permasalahan dan menyusun langkah strategis untuk mempercepat penanggulangan penyakit ini.

Salah satu strateginya, yakni optimalisasi skrining aktif menggunakan X-ray yang terintegrasi dengan pemeriksaan genetis. Selain itu, integrasi data informasi TBC menjadi fokus utama mengurangi kasus yang tak terlaporkan.

“Terintegrasi dalam pemeriksaan kesehatan gratis ada skrining dan penemuan aktif menggunakan X-ray. Sehingga, diharapkan kita lebih luas untuk menyaring pasien,” jelas Direktur Ina.

Kendati demikian, penanganan TBC tidak bisa mengandalkan sektor kesehatan maupun pemerintah saja. Perlu kerja sama dari seluruh pihak, utamanya kerja sama pentahelix.

“Jadi, kolaborasi lintas sektor mulai dari pusat hingga daerah, pelibatan akademisi, swasta, masyarakat, hingga media perlu dalam upaya ini,” ujar Direktur Ina.

Ia yakin melalui deteksi kasus TBC serta pengobatan yang berkelanjutan, angka kasus atau prevalensi TBC bisa ditekan.

“Kita masih mengutamakan promotif dan preventif. Orang dengan risiko tinggi untuk kena TB, yakni kontak erat, kontak serumah, dan beberapa penyakit tertentu orang dengan HIV, diabetes melitus, atau kurang gizi, adalah orang-orang yang beresiko terkena TB,” jelas Direktur Ina dilansir dari laman humas Polri, Rabu (22/1/2025). she 

You Might Also Like

Soal Netralitas ASN, TNI dan Polri pada Pilkada 2024, Ini Kata Sekda Demak
Konsumsi Avtur Bandara Adisoemarmo Naik 176% di Fase Keberangkatan Haji
Dukung Pemkot Semarang Perkuat Ketahanan Pangan, Bank Indonesia Jateng Hibahkan Mobil Operasional
Berharap Masalah Perizinan Bisa Cepat dan Tuntas, Komisi A Perkuat Data ke DPPM DIY
Bank Mandiri Catat Kinerja Solid di Kuartal II 2025, Perkuat Majukan Negeri
TAGGED:Kasus TBC
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?