By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Kampung Zakat Hadir di Muktiharjo Kidul, Harapan Baru Bagi Warga Pinggiran Kota
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Kampung Zakat Hadir di Muktiharjo Kidul, Harapan Baru Bagi Warga Pinggiran Kota

Last updated: 27 September 2025 04:51 04:51
Jatengdaily.com
Published: 26 September 2025 22:23
Share
Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Prof Dr H Abu Rokhmad didampingi Kabag Kesra Dr Muhammad Ahsan SAg M,Kom, Wakil Ketua Baznas Jateng Drs H Zain Yusuf MM, Kepala Kankemenag Muhtasit meresmikan Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan sebagai Kampung Zakat Kota Semarang, Jumat (26/9).Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Suasana aula Kantor Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, Jumat (26/9), terasa berbeda.

Contents
Antara Tantangan dan PotensiSinergi dan Bantuan Konkret

Wajah-wajah penuh harapan memenuhi ruangan ketika Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, meresmikan kelurahan dengan penduduk terbanyak di Kota Semarang itu sebagai Kampung Zakat.

Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirine, diiringi tepuk tangan meriah para tamu. Hadir pula jajaran pejabat Kemenag, perwakilan Pemkot Semarang, Baznas Jawa Tengah dan Kota Semarang, hingga pimpinan berbagai Lembaga Amil Zakat (LAZ).

Lurah Muktiharjo Kidul, Sofia Erna, mengungkapkan, wilayahnya dihuni lebih dari 34 ribu jiwa atau 11.260 kepala keluarga, tersebar di 218 RT dan 25 RW.

Namun, di balik keramaian permukiman padat, ada kantong-kantong kemiskinan yang masih nyata. “Wilayah RW 8, 9, 10, 11, dan 12 masuk kategori miskin. Inilah tantangan besar kami,” ujarnya.

Antara Tantangan dan Potensi

Kepala Kankemenag Kota Semarang, Muhtasit, menjelaskan alasan pemilihan Muktiharjo Kidul sebagai Kampung Zakat. Jumlah penduduk yang besar dan adanya persoalan kemiskinan ekstrem menjadi faktor utama.

“Tetapi di sisi lain, wilayah ini menyimpan potensi UMKM yang menjanjikan. Ini yang ingin kita kembangkan,” katanya.

Meski begitu, keterbatasan anggaran masih menjadi hambatan. Menanggapi hal itu, Prof. Abu Rokhmad menegaskan pentingnya sinergi lintas pihak. “Kita punya banyak mitra strategis. Soal dana bisa dikolaborasikan dengan lembaga maupun pemerintah daerah.

Pengentasan kemiskinan tidak boleh berhenti pada wacana. Harus berbasis data konkret, dengan pendekatan ekosistem yang menyeluruh,” ujarnya lantang.

Guru Besar UIN Walisongo itu menekankan esensi dari pemberdayaan zakat: mengangkat mustahik menjadi muzaki.

“Kita tidak ingin masyarakat hanya menerima. Harus ada perubahan kelas sosial, dari penerima manfaat menjadi pemberi zakat. Itulah tujuan utama Kampung Zakat,” tandasnya.

Sinergi dan Bantuan Konkret

Wakil Ketua Baznas Jateng, Zain Yusuf, menegaskan strategi pengentasan kemiskinan dilakukan dengan pola seimbang: 50 persen untuk kebutuhan konsumtif, 50 persen untuk program produktif.

Baznas Kota Semarang pun langsung menyalurkan bantuan jambanisasi, sementara Rumah Zakat memberikan dana pemberdayaan ekonomi sebesar Rp20 juta, dan Lazis Al Ihsan Jawa Tengah turut menyalurkan Rp5 juta.

Deretan bantuan itu disambut hangat masyarakat. Bagi mereka, Kampung Zakat bukan sekadar program, melainkan sebuah harapan baru.

“Semoga langkah ini penuh berkah dan bisa menjadi pemicu bagi kita semua untuk segera menyelesaikan persoalan di sekitar,” ujar Prof. Abu Rokhmad menutup peresmian.

Kini, Muktiharjo Kidul bukan hanya dikenal sebagai kelurahan terpadat di Kota Semarang, tetapi juga sebagai pelopor Kampung Zakat, tempat harapan dan perubahan mulai dirajut dari akar rumput. St

You Might Also Like

Dukung Operasi Keselamatan Candi 2025, Sipropam Polres Demak Laksanakan Gaktibplin Anggota 
Sah, Prabowo Lantik Menteri Haji dan Umroh
Polres Pemalang Melaksanakan Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2020
Ganjar Siap Perjuangkan Pejuang Asal Aceh, Pocut Meurah Intan jadi Pahlawan Nasional
Mahasiswa MKn Unissula Borong Juara
TAGGED:Dirjen Bimas Islam Kemenag RIisebagai Kampung Zakat.meresmikan kelurahan dengan penduduk terbanyak di Kota SemarangProf. Dr. H. Abu Rokhmad
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?