By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Kebangkitan Rock Indonesia Tahun 70-an: SAS Rilis Piringan Hitam di New York
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
Entertainment

Kebangkitan Rock Indonesia Tahun 70-an: SAS Rilis Piringan Hitam di New York

Last updated: 16 Desember 2025 08:42 08:42
Jatengdaily.com
Published: 13 Desember 2025 13:37
Share
SAS Rilis Piringan Hitam di New York
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com)– “Long live ’70s Indonesian rock, this is Baby Rock by SAS,” demikian suara DJ Cotter Phinney membuka siaran khusus berdurasi satu jam di radio KPiss FM, Brooklyn, New York, akhir pekan lalu. Dalam program tersebut, Cotter memutar sembilan lagu koleksi dari SAS dan AKA sebagai penanda peluncuran album koleksi piringan hitam SAS di New York.

Nama SAS Group, band legendaris asal Surabaya, bukanlah nama asing bagi penggemar psychedelic rock di Amerika Serikat. Band yang terbentuk pada 1975 ini digawangi oleh Soenatha Tanjung (gitar, vokal), Arthur Kaunang (bass, keyboard), dan almarhum Syech Abidin (drum, vokal). Sebelumnya, ketiganya tergabung dalam AKA (Anak Kali Asin) bersama Ucok Harahap, sebelum akhirnya memilih berpisah dan membentuk SAS.

Musik SAS banyak dipengaruhi oleh band rock era 1970-an seperti Emerson, Lake & Palmer, Deep Purple, Pink Floyd, dan Grand Funk Railroad. “Pada tahun 1975, mereka merilis album debut dengan hit Baby Rock, yang menjadi sumbu ledak kelahiran SAS di panggung dan rekaman musik rock Indonesia,” ujar Denny MR, jurnalis dan kritikus musik Indonesia.

Tak hanya Baby Rock, lagu-lagu SAS seperti Space Ride, Bad Shock, dan Tatto Girl kini kembali digemari puluhan ribu penggemar milenial dan Gen Z. Mereka memburu koleksi kaset dan piringan hitam dari lebih dari 15 album SAS melalui berbagai toko reseller. Video lirik Baby Rock bahkan telah ditonton ratusan ribu kali di YouTube, membuktikan bahwa musik SAS mampu menembus lintas generasi.

Setelah album terakhir mereka dirilis pada 1991, untuk pertama kalinya koleksi album Bad Shock kembali dirilis dalam format piringan hitam oleh label rekaman Psychic Reader asal New York. “Dibandingkan musik dari negara lain, entah mengapa musik Indonesia sering terabaikan, padahal banyak karya yang sangat bagus,” ujar Cotter Phinney, produser Psychic Reader.

“SAS adalah band yang luar biasa dan layak mendapatkan pengakuan lebih luas. Merupakan kehormatan bagi saya memproduksi rilisan SAS pertama di luar Indonesia, tepatnya di New York. Saya berharap ini membuka pintu bagi audiens global,” tambah Cotter, yang juga dikenal sebagai gitaris dan vokalis band post-punk asal Brooklyn, Medium.

Arthur Kaunang menyebut kebangkitan SAS sebagai momen yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. “Bagi saya, SAS reborn adalah gebrakan kebangkitan rock Indonesia era ’70-an. Saya tidak pernah bermimpi musik SAS masih bisa hadir dan dicintai hingga kini. Apalagi album ini dirilis di New York dan bertepatan dengan ulang tahun SAS ke-50. Ini adalah mukjizat Tuhan yang besar bagi kami bertiga,” ungkapnya.

Menariknya, beberapa bulan sebelum peluncuran resmi, pre-order piringan hitam SAS telah datang dari distributor musik di Jepang. “Seluruh proses kurasi, digitalisasi-analog, hingga produksi dilakukan di New York. Saat ini kami sedang memproses distribusi untuk pasar Indonesia,” jelas Naratama, pengarah kreatif New York sekaligus co-produser album ini. Ia berharap rilisan SAS dapat membuka jalan bagi musisi Indonesia lainnya untuk menembus pasar Amerika. Buyil-she

 

You Might Also Like

Ultah ke-64 Rano Karno jadi Pesta Reuni Artis Lawas
Frederika Alexis Cull Mendapat Pujian dari Sutradara Helfy Kardit dalam Debut Filmnya
Ini Dia Keyla Rimeicha, Pemeran Sitkom Bujug Buneng
Azizah Maumere Rilis ‘Mimpi Terindah’
Ikang Fawzi dari Bisnis Property Kini Kembangkan Bisnis Air Treatment
TAGGED:Kebangkitan Rock IndonesiaSAS Rilis Piringan Hitam di New York
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?