By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Kemarau di Jateng Mulai Mei dan Puncaknya Agustus 2025
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Kemarau di Jateng Mulai Mei dan Puncaknya Agustus 2025

Last updated: 25 April 2025 09:32 09:32
Jatengdaily.com
Published: 25 April 2025 09:32
Share
Ilustrasi. Foto: pixabay.com
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, sebagian besar wilayah Jawa Tengah memasuki awal musim kemarau pada Mei 2025. Rerata, durasi kemarau yang melanda Jateng, berlangsung selama 4-5 bulan.

Hal itu disampaikan Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Goeroeh Tjiptanto. Secara persentase, sebanyak 52 persen wilayah di Jateng masuk kemarau pada Mei 2025, kemudian pada April 2025 sebanyak 20 persen, dan Juni 2025 sebanyak 28 persen.

“Awal musim kemarau 2025 diprediksi pada bulan Mei. Adapula wilayah yang mengalami kemarau paling awal pada dasarian I April 2025, yaitu Kepulauan Karimunjawa, kemudian diikuti Pekalongan, Kota Pekalongan, Rembang, Blora Utara, Pati Selatan, Pati Utara, dan seterusnya,” ujarnya dilansir dari laman humas prov Jateng Jumat (25/4/2025).

Pada 2025 kondisi iklim di wilayah Jawa Tengah cenderung normal. Tidak dipengaruhi kuat oleh fenomena La Nina ataupun El Nino. Selain itu, kemarau akan lebih dulu menyapa wilayah di pantura, menyusul Jateng bagian tengah dan selatan.

Wilayah Jateng yang mengalami awal kemarau lebih lambat, di antaranya sebagian Cilacap, Banyumas, Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga bagian barat, dan Kebumen bagian utara. Wilayah-wilayah tersebut akan memasuki kemarau pada akhir dasarian III Juni 2025.

“Kemarau ini karena normal netral cenderung dimulai dari wilayah pantai yang di utara. Karena, monsun tadi dari Australia di wilayah Selatan. Jadi pasokan uap air dari laut sini untuk membasahi daerah selatan, sementara di wilayah sini pegunungan, tidak cukup air untuk sampai ke wilayah utaranya,” paparnya.

Goeroeh mengatakan, nantinya puncak musim kemarau di Jateng umumnya pada Agustus 2025. Namun demikian, ada beberapa daerah mengalami puncak kemarau pada Juli mendatang, di antaranya Kota Salatiga, Banyumas, Cilacap, Pemalang, Magelang, Magelang, Blora, Wonogiri, Purworejo, Boyolali, Tegal, Semarang, Rembang, Pati, Grobogan, Kebumen, Banjarnegara, dan Purbalingga.

Adapula, beberapa wilayah yang akan memasuki puncak kemarau pada September 2025, yakni Jepara bagian utara dan Pati. Adapun, durasi kemarau pada 2025 diprediksi berlangsung rerata selama 4-5 bulan.

“Ada yang (mengalami kemarau) paling lama itu 19-21, sedangkan yang kurang lebih 6-7 bulan, seperti Kabupaten Demak, Jepara, Kudus, Pati, dan Rembang. Adapula sebagian wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, Kota Pemalang, Kendal, Kota Semarang, dan Blora,” jelasnya.

BMKG Jateng merekomendasikan, melakukan penyesuaian jadwal tanam pada daerah yang mengalami kemarau lebih awal. Selain itu, diharap melakukan pemilihan varietas tahan kekeringan dan optimalisasi pengelolaan air.

Di bidang kebencanaan, BMKG juga mengingatkan adanya potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah rawan kebakaran hutan, dengan curah hujan di bawah normal. Selain itu, agar dilakukan pengelolaan pasokan air secara efisien untuk ketersediaan air minum, operasional PLTA, dan keperluan irigasi tanaman. she

You Might Also Like

Puncak Mudik di Terminal Tirtonadi Solo Diprediksi Tembus 50 Ribu Orang
Ngaji Nom-Noman On The Street di Area CFD: Ngaji Kolaboratif Menjembatani Umat dan Kehidupan
Antisipasi Lonjakan Covid-19, Ganjar Perintahkan Rumah Sakit Siapkan Kamar Isolasi dan ICU
Optimalkan Pariwisata, 430 Homestay dan Usaha Pendukung Pariwisata Dibangun di KSPN Bromo
Omesh Lelang Motor Rp 300 Juta untuk Bantu Palestina
TAGGED:Kemarau di Jateng Mulai Mei
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?