By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Ketua DPRD Demak Sebut Kader NU Harus Melek Ilmu dan Istiqamah 
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Ketua DPRD Demak Sebut Kader NU Harus Melek Ilmu dan Istiqamah 

Last updated: 19 Oktober 2025 10:13 10:13
Jatengdaily.com
Published: 18 Oktober 2025 18:36
Share
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com)- Ketua DPRD Kabupaten Demak, H. Zayinul Fata, SE, menegaskan pentingnya peran ilmu pengetahuan bagi kader muda Nahdlatul Ulama. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Latihan Kader Utama (Lakut) yang digelar oleh PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Demak.

Mengutip pesan Imam Syafii, Hayatul Fata Wallahi bil’ilmi attuqa (hidupnya seorang pemuda hanyalah dengan ilmu), Zayinul mengajak para kader untuk tidak menjauh dari dunia literasi. “Sebagai kader NU, jangan pernah lepas dari ilmu. Biasakan membaca dan menulis setiap hari, minimal satu opini atau berita. Itu akan melatih daya pikir dan kepekaan terhadap situasi,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa wahyu pertama yang diterima Rasulullah SAW, Iqra (bacalah), menjadi dasar penting bagi umat Islam untuk terus belajar. “Dengan membaca, Rasulullah memahami dunia sekitarnya. Maka, kader NU harus meneladani semangat membaca itu,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya konsistensi, integritas, serta kemampuan memahami ilmu dan situasi sosial dalam proses kaderisasi. “Tokoh besar seperti Mahfud MD dan Muhaimin Iskandar adalah ilmuwan yang lahir dari budaya membaca,” katanya.

Zayinul juga menyoroti fenomena generasi muda yang aktif membuat konten, namun kurang gemar membaca. “Konten kreator itu baik, asal bersifat edukatif, bukan provokatif,” pesannya.

Ia menambahkan, akhlakul karimah tidak mungkin lahir tanpa dasar ilmu. “Kajian scientific perlu berjalan seiring dengan kajian keagamaan. Santri yang ideal adalah yang berilmu, berakhlak, dan bertakwa—baik secara ritual maupun sosial,” tuturnya.

Mengutip hadis “Khoirunnas anfa’uhum linnas” (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain), ia berharap Lakut menjadi wadah lahirnya kader pemimpin yang bermanfaat bagi masyarakat. “Gunakan masa muda untuk belajar dan berjuang. Tantangan IPNU-IPPNU ke depan adalah menyelamatkan generasi dari radikalisme dan kekerasan,” tegasnya.

Kegiatan turut dihadiri Mu’adhom dari Ikatan Alumni IPNU, Ketua PC IPNU Demak Ainun Naim, Ketua PC IPPNU Popi Wulan Sari. Serta Ketua PP IPNU M Agil Nuruz Zaman. rie-she

You Might Also Like

Ditresnarkoba Polda Jateng Gagalkan Penyelundupan 13,82 Kg Sabu dan 10.300 Butir Ekstasi
Peningkatan Mutu Kawasan Wisata Jadi Tantangan Industri Pariwisata Pascapandemi
Tradisi Dugderan Kembali Digelar, Wali Kota Ajak Masyarakat Hadir dan Merayakan
Indonesia akan Berangkatkan 241 Ribu Orang Calon Jemaah Haji di 2024
Kolaborasi Bareng Kejar Mimpi Semarang, Kelompok PPL Psikologi UIN Walisongo Gelar Volunteering di Panti Asuhan
TAGGED:Kader NU Harus Melek IlmuKetua DPRD Demak
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?