By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: KJRI Johor Bahru Kembali Fasilitasi Pemulangan 129 Pekerja Migran Indonesia
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

KJRI Johor Bahru Kembali Fasilitasi Pemulangan 129 Pekerja Migran Indonesia

Last updated: 30 Juli 2025 17:40 17:40
Jatengdaily.com
Published: 30 Juli 2025 17:40
Share
Para WNI yang Dipulangkan oleh KJRI Johor Bahru. Foto: KJRI Johor Bahru
SHARE

JOHOR BAHRU (Jatengdaily.com)- Konsulat Jenderal Republik Indonesia Johor Bahru (KJRI JB), kembali memfasilitasi pemulangan 129 Pekerja Migran Indonesia (PMI) deportasi dari Malaysia melalui Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center yang terdiri atas 93 orang laki-laki, 35 perempuan dan satu anak perempuan.

“Dengan pemulangan kali ini, KJRI JB telah memfasilitasi pemulangan deportasi atau repatriasi kepada 3.585 PMI atau WNI, di mana 1.129 di antaranya dilaksanakan melalui Program M,” kata Pelaksana Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya (Pensosbud) KJRI JB, Erry Kenanga, melalui keterangan resmi, Selasa (29/7/2025).

Erry mengatakan, Program M adalah program kerja sama antara pihak Imigrasi Malaysia dan Perwakilan RI di Semenanjung Malaysia guna memfasilitasi pemulangan deportasi sebanyak 7.200 WNI/PMI dalam kurun waktu dua tahun.

Program iru telah dimulai sejak November 2024, dan bergulir hingga 2026.

Menurut Erry, pemulangan PMI itu memperlihatkan kerja diplomasi yang melibatkan berbagai institusi dari otoritas Malaysia, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), hingga BP3MI, P4MI hingga instansi pelabuhan dan kesehatan Indonesia

Sinergi itu menunjukkan bahwa perlindungan WNI bukan hanya kewajiban formal, tetapi komitmen menyeluruh yang menyentuh sisi kemanusiaan, integritas hukum, dan kepercayaan lintas negara.

Erry mengimbau seluruh WNI atau PMI di Malaysia maupun yang saat ini bekerja di Malaysia untuk menempuh jalur resmi guna mencegah permasalahan di kemudian hari.

“Tingginya angka deportasi dari Malaysia mencerminkan bahwa masih banyak WNI yang tinggal di Malaysia secara unprosedural,” katanya dilansir dari laman Infopublik.

Beberapa faktor tingginya deportasi ini, yakni faktor penarik, dengan adanya kebutuhan tenaga kerja murah di Malaysia, berada di banyak sektor seperti perkebunan, konstruksi, restoran, rumah tangga, dan lain-lain.

Faktor pendorong, yakni desakan ekonomi, tingginya kompetisi dalam mencari kerja di Indonesia.

Selanjutnya faktor geografi dan kultural, di mana jarak Indonesia dengan Malaysia yang dekat, kemiripan budaya, membuat Malaysia menjadi destinasi favorit WNI pencari kerja.

“Faktor lainnya, masih terbatasnya literasi WNI terkait bermigrasi ke luar negeri dengan aman,” ujarnya.

Erry menambahkan, langkah pemulangan ini bukan hanya menyelamatkan individu, tetapi memperkokoh reputasi Indonesia sebagai negara yang hadir, melindungi setiap WNI yang berada di luar negeri. she

You Might Also Like

Apel Gabungan Polres dan Kodim Demak: TNI – Polri Jangan Mau Diadu Domba
Annual Consultation Meeting Indonesia-Malaysia: Komitmen Kerja Sama, Perdamaian, dan Perlindungan Migran
Denny JA Apresiasi Revitalisasi Alun-Alun Kota Semarang
Objek Vital Nasional, Masuk Area SG Wajib Rapid Test
37 Tahun Berdiri, Rektor USM : Kontribusi USM Nyata Ikut Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
TAGGED:KJRI Johor Bahrupekerja migran Indonesia
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?