Loading ...

KKN Untag Semarang Usung Pemberdayaan Perempuan dan Ketahanan Pangan

img_1736238698840

Secara simbolis penerjunanan mahasiswa KKN ditandai dengan pengalungan nama peserta oleh Rektor UNTAG Semarang Prof. Dr. Drs. Suparno, MSi pada upacara pelepasan KKN di pelataran Rektorat Untag Semarang, pada 4 Januari 2025.foto;dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Dalam rangka mendukung pembangunan berbasis masyarakat, pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata di Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang saat ini telah mengusung tema “Pemberdayaan Perempuan dan Ketahanan Pangan”.

Hal itu sebagai bentuk dukungan asta cita Persiden Prabowo untuk jangka menengah, kata Rektor UNTAG Prof. Dr. Drs. Suparno, MSi. saat melepas mahasiswa KKN di kampusnya pada 4 Januari 2025.

Pada upacara penerjunan tersebut juga dihadiri oleh para Wakil Rektor, Dekanat dan Dosen Pembimbing Lapangan serta para panitia pelaksana dari Lembaga Pengabdian Masyarakat UNTAG Semarang.

Rektor selaku pembina upacara menyampaikan bahwa secara keseluruhan peserta KKN kali ini berjumlah 520 peserta yang tersebar diberbagai kabupaten kota. Sedangkan yang khusus diterjunkan di Kecamatan Mijen Kota Semarang ada 225 orang peserta yang akan melaksanakan  pemberdayaan masyarakat di 12 kelurahan yang ada disana.

Sebagai apresiasi, lanjut Rektor bahwa mahasiswa berprestasi di bidang tertentu dibebaskan dari kewajiban KKN. Salah satunya adalah Tim PPK-Ormawa BEM Fakultas Teknik yang berhasil meraih dua medali pada ajang pemberdayaan masyarakat nasional, Abdidaya Ormawa, ungkapnya.

Saat melepas mahasiswa, Prof. Suparno berpesan agar mahasiswa menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dipelajari dibangku kuliah. Selain itu juga membantu penyelesaian masalah di masyarakat melalui program yang disusun bersama pihak kelurahan khususnya pemberdayaan perempuan dan ketahanan pangan.

Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) UNTAG Semarang, Dr. Agus Wibowo, SH, M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa para mahasiswa peserta KKN sebelum diterjunkan ke wilayah pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Mijen ini telah diberikan arahan dan melakukan pengenalan wilayah dan identifikasi di lokasi tersebut.

Dengan demikian diharapkan peserta KKN dapat mempersiapkan program kerja pada kelurahan masing masing dengan menerapkan ilmu yang mereka peroleh di bangku kuliah dan berkontribusi langsung kepada masyarakat,” tuturnya.

Dalam melaksanaan program kerja dilapangan nanti, mahasiswa peserta KKN akan didampingi dan dibimbing oleh para Dosen Pembimbing Lapangan di 12 kelurahan di Kecamatan Mijen dengan berbagai fokus, mulai dari pemberdayaan perempuan melalui pelatihan kewirausahaan hingga peningkatan ketahanan pangan dengan memanfaatkan pekarangan rumah.

Menurutnya, UNTAG Semarang terus berkomitmen untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan masyarakat. KKN di Kecamatan Mijen ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa, ujarnya. St