
DEMAK (Jatengdaily.com)– Petugas Damkar Kabupaten Demak belakangan ini kian sering menerima laporan keberadaan ular liar di permukiman. Dalam kurun waktu 10 bulan terakhir, tercatat puluhan ular berhasil dievakuasi dari rumah maupun pekarangan warga.
Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat dan Damkar Satpol PP Demak, Endra Toga Pradana mengungkapkan, sejak Februari 2025 hingga awal November, jumlah laporan yang masuk mencapai 36 kejadian. “Bulan ini saja, baru masuk tanggal 3 November, sudah ada tiga laporan,” jelas Toga, Kamis (20/11/2025).
Jenis ular yang ditemukan pun beragam. Tidak hanya ular hijau atau ular kecil yang biasa ditemui di sekitar kebun, petugas juga mendapati kobra hingga python. Keberagaman spesies ini menjadi alasan Damkar terus meningkatkan kewaspadaan dan respons cepat dalam setiap panggilan darurat.
Menurut Toga, banyaknya kasus ini dipengaruhi kondisi lingkungan yang berubah seiring musim. Ketika wilayah mulai lembap dan banyak titik gelap di sekitar rumah, ular mudah berpindah ke tempat yang dianggap aman—termasuk rumah warga. Karena itu, peran Damkar menjadi sangat penting untuk memastikan keamanan masyarakat.
Selain mengevakuasi ular, Damkar Demak juga kerap diminta menangani sarang tawon yang membahayakan. Toga menegaskan bahwa penanganan hewan berbahaya memang menjadi bagian dari pelayanan publik yang mereka jalankan. “Kami bukan hanya memadamkan api, tapi juga membantu masyarakat mengatasi gangguan seperti ini,” katanya.
Namun, Toga menyayangkan masih banyak warga yang tidak mengetahui nomor resmi Damkar. Akibatnya, laporan darurat sering kali harus melalui camat atau kepala desa, sehingga memperlambat penanganan. Ia berharap masyarakat mulai menyimpan dan menggunakan nomor Damkar ketika membutuhkan pertolongan cepat.
Untuk kebutuhan darurat, Damkar Demak dapat dihubungi melalui 0291-682113 (Pos Demak) atau +62 813-2649-7072 (Robani – Pos Karangawen). Rie-she


