Leaflet Hipertensi Karya Mahasiswi Unnes, Alarm Sehat untuk Warga Desa Belor

Penyerahan Media Leaflet Kepada Bidan Desa Poliklinik Kesehatan Desa Belor. Foto:dok
GROBOGAN (Jatengdaily.com) – Di ruang sederhana Poliklinik Kesehatan Desa (PKD) Belor, sebuah media edukasi baru kini terpajang. Leaflet berjudul “Cegah Hipertensi dengan GERMAS dan CKG” karya mahasiswi KKN UNNES GIAT 12 SKM, Rostiana Ananti, resmi diserahkan kepada bidan desa pada Selasa (26/8).
Bukan sekadar selembar kertas, leaflet itu menjadi alarm kecil yang mengingatkan warga akan bahaya diam-diam yang mengintai: hipertensi.
Hipertensi sering disebut sebagai silent killer. Penyakit ini jarang memberi tanda, namun mampu menjelma menjadi serangan jantung, stroke, atau gagal ginjal jika diabaikan. Di desa, di mana kesibukan bekerja di ladang dan kebiasaan makan sering kali tak terkontrol, risiko ini semakin nyata.
Dari kegelisahan itulah Rostiana menuangkan kepeduliannya dalam bentuk media sederhana, namun sarat makna.
Leaflet tersebut menyajikan informasi yang lugas: apa itu hipertensi, gejala yang perlu diwaspadai, hingga daftar makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari.
Tak berhenti di situ, ia juga mengajak masyarakat menerapkan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) melalui tujuh langkah kecil yang bisa dimulai dari rumah: rutin berolahraga, memperbanyak sayur dan buah, menjauhi rokok dan alkohol, rajin memeriksakan kesehatan, menjaga kebersihan lingkungan, serta menggunakan jamban sehat.
Yang membuat leaflet ini berbeda adalah penyampaian yang ramah. Bahasa dibuat sederhana, gambar dipilih penuh warna, sehingga bisa dipahami siapa saja—dari anak muda hingga lansia. Bahkan, di dalamnya disertakan informasi mengenai CKG (Cek Kesehatan Gratis), program pemeriksaan kesehatan yang bisa diakses masyarakat.
Penjelasan tentang alur pendaftaran hingga prosedur pelaksanaan ditulis singkat, namun jelas, sehingga warga tidak merasa takut ataupun bingung untuk memanfaatkan layanan tersebut.
Bidan Desa Belor menyambut hangat kehadiran leaflet ini. Ia meyakini, dengan media edukasi yang mudah dipahami, warga akan lebih sadar pentingnya menjaga tekanan darah tetap normal.
Leaflet pun ditempatkan di area strategis PKD agar mudah dijangkau, dibaca, dan dibawa pulang oleh siapa pun yang datang.
“Kadang orang baru sadar sakit ketika terlambat. Padahal, pencegahan bisa dimulai dari hal kecil sehari-hari,” ungkapnya.
Bagi Rostiana dan tim KKN UNNES GIAT 12 SKM, leaflet ini bukan hanya tugas lapangan. Ia adalah sumbangsih kecil untuk perubahan besar.
Harapannya, warga Belor mulai membiasakan diri dengan pola hidup sehat, memeriksa tekanan darah secara rutin, dan mewariskan gaya hidup baru yang lebih peduli kesehatan.
Karena dari desa, mimpi itu tumbuh: membangun generasi sehat, kuat, dan terbebas dari penyakit tidak menular.
Sejalan dengan tagline “Bersama Unnes GIAT, Membangun Indonesia dari Desa”, selembar leaflet ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya kesadaran kolektif untuk melawan hipertensi, sang pembunuh diam-diam yang selama ini kerap diabaikan.
Penulis: Rostiana Ananti, Mahasiswi KKN UNNES GIAT 12 SKM, Desa Belor, Grobogan.