By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: LKK PCNU Demak Dorong Keluarga Maslahah Lewat Seminar Gizi dan Kesehatan Keluarga
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

LKK PCNU Demak Dorong Keluarga Maslahah Lewat Seminar Gizi dan Kesehatan Keluarga

Last updated: 17 Oktober 2025 14:04 14:04
Jatengdaily.com
Published: 17 Oktober 2025 14:04
Share
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com)– Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) PCNU Kabupaten Demak terus berupaya memperkuat ketahanan keluarga Nahdliyin melalui berbagai program edukatif. Salah satunya dengan menggelar Seminar Peningkatan Gizi dan Kesehatan Keluarga yang diikuti para ibu dari kalangan Muslimat, Fatayat, dan IPPNU se-Kabupaten Demak.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Ketua PCNU Demak KH Muhammad Aminudin Mas’udi yang membawakan materi tentang konsep keluarga maslahah, serta Direktur RSI NU Demak dr H Abdul Aziz MHKes yang memaparkan pentingnya gizi dan kesehatan keluarga sejak dini.

Ketua LKK PCNU Demak, Hj Ida Nursa’dah, dalam sambutannya menegaskan bahwa lembaga yang ia pimpin memiliki tanggung jawab besar dalam membangun keluarga Nahdliyin yang sejahtera dan harmonis. Menurutnya, keluarga maslahah adalah keluarga yang penuh kebaikan, jauh dari keburukan, dan mampu menjadi sumber ketenangan bagi anggotanya.

“LKK NU hadir untuk mengawal kemaslahatan keluarga mulai dari masa sebelum kelahiran, masa anak-anak, remaja, hingga dewasa. Kami ingin keluarga di lingkungan NU menjadi keluarga yang sejahtera, bahagia, dan terhindar dari permasalahan akibat ketidakseimbangan peran atau kurangnya perhatian terhadap gizi,” tuturnya.

Ida mengaku prihatin dengan kondisi sebagian keluarga saat ini. Banyak ibu rumah tangga yang karena kesibukan di luar rumah, kurang memperhatikan pola makan dan kebutuhan gizi keluarga. Akibatnya, anak-anak terbiasa mengonsumsi makanan cepat saji, sehingga berisiko mengalami obesitas atau kekurangan gizi.

“Peran ibu sangat sentral dalam menjaga kesehatan keluarga. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin membekali para ibu dengan ilmu tentang kesehatan dan gizi agar mampu menjadi pengendali rumah tangga yang memahami kebutuhan keluarganya,” imbuhnya.

Sementara itu, KH Muhammad Aminudin Mas’udi menegaskan bahwa keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang menentukan arah kehidupan bangsa. Ia memaparkan bahwa keluarga maslahah adalah keluarga yang bahagia, sejahtera, dan taat beragama, di mana suami dan istri saling memahami hak dan kewajiban, serta anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan penuh kasih.

“Konsep keluarga maslahah ini tidak hanya menekankan aspek lahiriah, tetapi juga keseimbangan antara kebutuhan spiritual dan material. Keluarga yang demikian akan melahirkan keturunan yang berkualitas dan berakhlak mulia,” ujarnya.

Sementara itu, dr H Abdul Aziz MHKes menyoroti pentingnya perhatian terhadap gizi sejak masa remaja hingga seribu hari pertama kehidupan atau golden age. Menurutnya, kualitas generasi masa depan ditentukan oleh kecukupan gizi sejak dini.

“Gizi seimbang bukan hanya soal makanan bergizi tinggi, tetapi juga pemahaman tentang pola makan sehat dan kebersihan lingkungan. Remaja, calon pengantin, ibu hamil, dan ibu menyusui harus mendapatkan edukasi yang memadai agar tidak muncul generasi yang lemah akibat kekurangan gizi,” jelasnya.

Melalui seminar ini, LKK PCNU Demak berharap kesadaran masyarakat, khususnya para ibu, semakin meningkat terhadap pentingnya kesehatan dan gizi keluarga. Dengan demikian, cita-cita mewujudkan keluarga sakinah, mawadah, dan maslahah sekaligus membentuk generasi emas di masa mendatang dapat terwujud. rie-she

You Might Also Like

Termasuk Semarang, Kasus Aktif COVID-19 di 11 Daerah Lebih dari 1.000
Poster Antibullying dari Desa Belor: Langkah Kecil, Dampak Besar untuk Anak SD
Persiapan Sudah 95%, Satelit SATRIA-1 Siap Diluncurkan
Mahasiswa Hukum Unissula Juara Debat Tingkat Jateng-DIY
PSIS Datangkan Pemain Trial Asal Kroasia Duje Javorcic
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?