SEMARANG (Jatengdaily.com) – Suasana belajar di SD Negeri Srondol Kulon 3 kini terasa lebih hidup dan menyenangkan. Hal ini tak lepas dari kehadiran para mahasiswa Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang memperkenalkan Media Pembelajaran Interaktif (MPI) dalam program Bhakti Akademisi mereka.
MPI yang dirancang oleh mahasiswa Unnes ini memanfaatkan teknologi sederhana namun efektif untuk membantu siswa lebih memahami materi pelajaran. Dengan visual yang menarik, animasi interaktif, serta pendekatan yang sesuai dengan karakteristik anak usia sekolah dasar, para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi pembelajaran.
“Biasanya pelajaran terasa membosankan, tapi sekarang jadi seru karena bisa main sambil belajar,” ujar Alya, siswi kelas 4 dengan senyum ceria.
Kepala SD Negeri Srondol Kulon 3, Agus Sunawan, S.Pd., mengapresiasi inisiatif para mahasiswa yang dinilai mampu menjawab tantangan dalam meningkatkan minat belajar siswa. “Kehadiran mahasiswa Unnes membawa angin segar. Mereka tidak hanya hadir sebagai pendamping belajar, tapi juga membawa inovasi yang langsung dirasakan manfaatnya oleh anak-anak,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu mahasiswa Teknologi Pendidikan Unnes, Anisa Candra Cahyani, menjelaskan bahwa pembuatan MPI ini merupakan bagian dari program Bhakti Akademisi sekaligus kontribusi nyata kepada masyarakat sekolah.
“Kami ingin menunjukkan bahwa teknologi bisa dihadirkan dengan cara yang sederhana namun berdampak besar, terutama di sekolah dasar yang minim akses terhadap media pembelajaran modern,” jelasnya.
Program ini juga menjadi bukti sinergi yang baik antara institusi pendidikan tinggi dan sekolah dasar dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna. Tak hanya meningkatkan motivasi belajar siswa, kegiatan ini juga memberi pengalaman lapangan berharga bagi mahasiswa sebagai calon pendidik dan pengembang teknologi pendidikan.
Dengan hasil positif ini, pihak sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi sekolah lain di wilayah Semarang untuk membuka diri terhadap kolaborasi inovatif demi peningkatan kualitas pembelajaran. Penulis mahasiswa Teknologi Pendidikan Unnes, Anisa Candra Cahyani-St


