GROBOGAN (Jatengdaily.com) – Suasana hangat terasa di rumah Kepala Desa Belor pada Sabtu (10/8) pagi. Sejumlah kader posyandu tampak antusias menyimak arahan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (UNNES) GIAT 12 SKM yang tengah mendemonstrasikan cara mengolah jagung menjadi bubur sehat untuk balita dan ibu hamil.
Program yang dikemas dalam gerakan GERSAKA (Gerakan Satukan Karakter Bangsa) ini mengusung tema “Perempuan Agen Pancasila: Pengolahan Jagung Menjadi Bubur.” Kegiatan tersebut diikuti 10 kader posyandu yang merupakan perwakilan dari lima pos di Desa Belor, Kecamatan Tawangharjo, Grobogan.
Jagung dipilih sebagai bahan utama bukan tanpa alasan. Desa Belor dikenal sebagai salah satu sentra jagung di Grobogan. Selain mudah didapat dan harganya terjangkau, jagung juga kaya gizi.
“Kami ingin memperkenalkan bahan pangan lokal seperti jagung yang murah dan mudah didapat sebagai alternatif PMT yang sehat dan variatif,” ujar Nadya, salah satu mahasiswa KKN UNNES.
Dalam pelatihan, para kader tidak hanya diajari cara mengolah jagung menjadi bubur, tetapi juga mendapat penjelasan mengenai manfaat gizinya. Untuk memperkaya wawasan, tim KKN juga membagikan leaflet berisi resep serta informasi tentang PMT berbasis bahan lokal.
Kegiatan diawali dengan pre-test dan ditutup dengan post-test melalui Google Form, guna melihat sejauh mana peningkatan pengetahuan kader setelah mengikuti pelatihan.
Program ini mendapat sambutan hangat dari para peserta. Mereka merasa keterampilan baru tersebut bisa langsung dipraktikkan di rumah masing-masing dan dibagikan kepada warga.
“Kalau biasanya PMT lebih sering pakai nasi atau roti, ternyata jagung juga bisa jadi bubur yang enak dan bergizi,” ungkap salah satu kader dengan senyum puas.
GERSAKA sendiri merupakan rangkaian kegiatan KKN Unnes yang bertujuan memberdayakan masyarakat melalui pendekatan nilai Pancasila dan pembangunan berkelanjutan. Harapannya, pelatihan sederhana ini bisa membantu kader posyandu dalam mendukung pencegahan stunting, sekaligus mengangkat potensi jagung sebagai kekayaan lokal Desa Belor.
Dengan semangat “Bersama Unnes GIAT, Membangun Indonesia dari Desa,” para mahasiswa berharap jejak kecil yang mereka tinggalkan dapat memberi dampak besar bagi tumbuh kembang generasi penerus bangsa.
Penulis : TIM MEDIA UNNES GIAT 12 SKM Desa Belor, 2025. St


