Mengantar Lulusan SMK ke Pintu Dunia, Pemerintah Perkuat Vokasi Berbasis Teknologi

3 Min Read
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, turut memberikan sambutan secara daring.Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Upaya meningkatkan kualitas lulusan SMK agar mampu bersaing di pasar kerja internasional kini benar-benar dipacu pemerintah.

Kamis (4/12/2025), Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat melalui Deputi Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran menggelar Workshop SMK Go Global di Hotel Tentrem Semarang, yang dihadiri para kepala SMK se-Jawa Tengah.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, turut memberikan sambutan secara daring. Ia menekankan peran strategis kepala sekolah dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi era teknologi yang terus berubah.

“Peran kepala sekolah sangat besar. Mereka menjadi mediator yang menjembatani materi pendidikan dengan perkembangan teknologi,” ujarnya.

Kepala SMK se-Jateng mengikuti workshop program SMK go Global di Hotel Tentrem, Kamis 4 Desember 2025.Foto:dok

Muhaimin berharap para pemimpin SMK mampu mengarahkan siswa menjadi pribadi berdedikasi dan siap bersaing, sekaligus memperkuat sinergi pendidikan vokasi dengan kemajuan teknologi.

“Semoga program ini menjadi inspirasi bagi percepatan sistem pendidikan dan vokasi berteknologi,” tambahnya.

Program SMK Go Global ini diarahkan untuk memperluas kesempatan kerja bagi lulusan SMK, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Pemerintah meyakini generasi muda Indonesia memiliki potensi besar menjadi tenaga terampil yang dibutuhkan pasar global.

Deputi Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran, Leontinus Alpha Edison, menegaskan bahwa langkah awal program ini adalah memperkuat akses informasi pasar kerja secara langsung.

“Kita harus rajin turun ke lapangan agar bisa menjangkau berbagai SMK berbakat, sehingga informasi kesempatan kerjanya bisa disampaikan secara valid,” ujarnya.

Workshop menghadirkan pembicara dari berbagai perusahaan besar yang memaparkan kebutuhan tenaga kerja industri global. Lewat sesi ini, sekolah-sekolah didorong untuk memperbarui kurikulum dan meningkatkan kompetensi guru sehingga lulusan benar-benar siap diterima pasar luar negeri.

“Ini bukan peluang kerja abal-abal, tapi benar-benar valid. Jadi SMK bisa meng-upgrade materi, kualitas guru, hingga lulusannya,” tegas Leontinus.

Tak hanya membahas peluang kerja, sesi khusus juga menghadirkan Asosiasi Penyelenggara Pemagangan Indonesia untuk memberi edukasi terkait perlindungan calon tenaga kerja.

Materi ini menyoroti potensi risiko seperti perdagangan orang dan penipuan berkedok perekrutan tenaga kerja.

“Kita tidak hanya mengejar peluang, tapi juga memastikan tidak ada korban penempatan ilegal. Asosiasi ini tahu proses yang benar dan cara memilih mitra kerja luar negeri yang aman,” jelas Leontinus.

Ia berharap tiga sesi workshop tersebut mampu membekali kepala SMK dengan pemahaman yang komprehensif—mulai dari peluang karier global, peningkatan kompetensi sekolah, hingga perlindungan bagi calon pekerja.

Pemerintah menargetkan program SMK Go Global dapat menjadi langkah konkret membuka lapangan kerja internasional bagi lulusan terampil Indonesia. Sunarto

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.