By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Merawat Tradisi Sedekah Bumi, Warga Gedawang Semarang ‘Nanggap’ Wayang
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Merawat Tradisi Sedekah Bumi, Warga Gedawang Semarang ‘Nanggap’ Wayang

Last updated: 13 Mei 2025 07:55 07:55
Jatengdaily.com
Published: 13 Mei 2025 07:55
Share
Warga Kelurahan Gedawang dan Kecamatan Banyumanik Semarang,masih setia melestarikan tradisi Sedekah Bumi atau Apitan. Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Agustina, Wali Kota Semarang menyampaikan rasa bangga dan apresiasi khususnya kepada warga Kelurahan Gedawang dan Kecamatan Banyumanik yang masih setia melestarikan tradisi Sedekah Bumi atau Apitan. Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri Gelar Budaya Apitan yang digelar pada Sabtu (10/5) malam di lapangan Gedawang.

Menurut Agustina, apitan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud syukur atas nikmat Tuhan sekaligus sarana mempererat kebersamaan antarwarga. “Tradisi apitan atau sedekah bumi bukan hanya seremoni tahunan. Ia adalah cermin dari jati diri kita. Ini adalah momen sakral untuk bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas hasil bumi, atas rezeki, atas kebersamaan, dan atas segala nikmat yang kita terima,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pelestarian budaya juga harus menjadi bagian penting dari pembangunan kota. “Semarang bukan hanya tentang gedung tinggi, jalan tol, atau infrastruktur. Tapi juga tentang ruang-ruang seperti ini, di mana nilai-nilai luhur dijaga, ditumbuhkan, dan diwariskan,” tambahnya.

Sehingga pihaknya berpesan kepada generasi muda agar mereka menjadi pelaku aktif dalam menjaga adat istiadat lokal. “Kepada anak-anak muda Gedawang, Karang Taruna, generasi muda, kalian adalah penerus adat ini. Jangan hanya jadi penonton. Jadilah pelaku. Jadilah penjaga. Saya yakin kalian bisa,” katanya.

Rangkaian acara Apitan dimulai dengan berbagai macam kegiatan, mulai dari kerja bakti warga membersihkan lingkungan, dilanjutkan doa bersama di makam leluhur Eyang Giyanti Puro.

Acara berlanjut dengan pengajian umum, santunan kepada dhuafa dan anak yatim, hingga karnaval budaya dan lomba gunungan serta tumpeng antar-RW. Ribuan warga turut meramaikan kirab 10 gunungan hasil bumi yang kemudian diperebutkan sebagai simbol rasa syukur.

Gelar Budaya Apitan sendiri ditutup dengan pentas Campur Sari dan Wayang Kulit sebagai wujud nyata pelestarian budaya Kota Semarang di tengah perkembangan zaman. St

You Might Also Like

8 Anggota KPPS dan TPS Meninggal – KPU Usahakan Dana Sosial
Teguh Prakosa Dilantik Gantikan Gibran sebagai Wali Kota Surakarta
Siswa Terdampak Banjir Rob Demak Dapat Bantuan Alat Tulis dan Tas
Pelaku Wisata Sambut Baik Pembatalan Tarif Baru Candi Borobudur
Permudah Akses Air Bersih Layak Konsumsi, Jateng Perluas Jangkauan Program Desalinasi
TAGGED:'Nanggap' WayangMerawat TradisiSedekah BumiWarga Gedawang Semarang
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?