By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: PCNU Kota Semarang Ziarahi Makam Syuhada dan Pendiri NU
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

PCNU Kota Semarang Ziarahi Makam Syuhada dan Pendiri NU

Last updated: 22 Oktober 2025 07:03 07:03
Jatengdaily.com
Published: 17 Oktober 2025 06:56
Share
Rais Mustafadl Idaroh Aliyah (Pimpinan Pusat) Jam’iyyah Ahli Thoriqoh al-Muktabarah an-Nahdliyyah (Jatman) NU Drs KH Dzikron Abdullah didampingi Rais Syuriyah PCNU Kota Semarang KH Hanief Ismail Lc memimpi tahlil di makam KH Abdullah Sajad Sendangguwo Semarang, Kamis (16/10). Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Mengawali rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang bersama para pimpinan badan otonom dan lembaganya menggelar doa untuk para syuhada dan pendiri NU yang dimakamkan di Kota Semarang.

Ketua Tanfidzjyah PCNU Kota Semarang, Dr KH Anasom, mengatakan agenda doa untuk para syuhada dan pendiri NU merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Santri 2025 dan dipusatkan di makam KH Abdullah Sajad di komplek makam Sendangguwo kecamatan Tembalang Kota Semarang.

Ziarah dipimpin Rais Syuriyah PCNU Kota Semarang KH Hanief Ismail Lc. “Almarhum kiai Abdullah Sajad adalah salah satu murid Kiai Sholeh Darat Semarang yang berdakwah di wilayah Semarang bentangan timur sekaligus penggerak NU,” kata Kiai Anasom disela-sela mengikuti ziarah di komplek makam Kiai Abdullah Sajad Sendangguwo Semarang pada Kamis (16/10).

Menurutnya, PCNU Kota Semarang menyiapkan 15 kegiatan dalam rangka memeriahkan Hari Santri tahun 2025. Ziarah ke makam para syuhada dan pendiri NU merupakan salah satu rangkaian kegiatan itu.

Melalui ziarah para pejuang NU, lanjutnya, diharapkan para santri dapat meneladani kegigihan, ketekunan, semangat dan ketegaran para generasi terdahulu yang tak kenal lelah dalam berjuang membela bangsa, mencerdaskan bangsa dan membesarkan NU walau ditengah-tengah kesulitan.

Rais Mustafadl Idaroh Aliyah (Pimpinan Pusat) Jam’iyyah Ahli Thoriqoh al-Muktabarah an-Nahdliyyah (Jatman) NU Drs KH Dzikron Abdullah didampingi Rais Syuriyah PCNU Kota Semarang KH Hanief Ismail Lc memimpi tahlil di makam KH Abdullah Sajad Sendangguwo Semarang, Kamis (16/10). Foto:dok

Dia menambahkan, pada saat menjelang berdirinya NU para kiai di Semarang berbagi tugas, ada yang berkomunikasi dengan para kiai di Surabaya, yaitu KH Ridwan Mujahid yang di kemudian hari tercatat sebagai salah satu pendiri dan pengurus PBNU angkatan pertama. Sedang beberapa yang lain, tuturnya, berkonsentrasi di lingkungannya. Makam almarhum kiai Ridwan Mujahid berada di komplek makam bukit Bergota Semarang, sedang lainnya tersebar di sejumlah makam di kota Semarang.

Terharu
Drs KH Dzikron Abdullah mewakili keluarga almarhum Kiai Abdullah Sajad, saat menyampaikan sambutan dalam acara ini merasa terharu dan berterima kasih kepada para kiai dan warga NU Kota Semarang yang menziarahi makam simbahnya.

“Saya terharu dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada warga NU melalui PCNU Kota Semarang yang hari ini mengajak santri-santri menziarahi makam embah saya,” katanya.

Kiai Dzikron yang juga Rais Mustafadl Idaroh Aliyah (Pimpinan Pusat) Jam’iyyah Ahli Thoriqoh al-Muktabarah an-Nahdliyyah (Jatman) NU mengatakan kiai Abdullah Sajad saat berdakwah di wilayah Semarang bentangan timur terutama di Sendangguwo menghadapi tantangan yang tidak ringan.

Menurutnya, saat itu warga masih mengamalkan ritual dan tradisi yang bertentangan dengan ajaran Islam, salah satunya pengkultusan sumber air atau sendang yang akhirnya sendang itu ditutup.

“Alhamdulillah perjuangan meluruskan aqidah melalui aktifitas dakwah membuahkan hasil, masyarakat meninggalkan tradisi – tradisi yang bertentangan dengan Islam,menjadi tugas kita untuk melanjutkan tugas dakwah itu,” katanya. Para pengurus NU, kiai dan ulama di Kota Semarang yang sudah wafat disebut namanya satu persatu sebelum dibacakan doa. St

You Might Also Like

Magister Kenotariatan Unissula Fasilitasi Pendirian Koperasi Merah Putih se-Kecamatan Genuk Semarang  
Tol Semarang-Demak Dibangun dari Seksi II Dulu
Dua Rampok Bersenjata Pedang Didor Polisi
Untag Gelar Diklat Mediator Bersertifikat Batch 14
Polri Turunkan 4.992 Personel saat Pengumuman Hasil Pemilu di KPU
TAGGED:dan Pendiri NUpcnu kota semarangZiarahi Makam Syuhada
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?