BANDA ACEH (Jatengdaily.com) – Pemerintah Aceh bersama instansi terkait terus mengevakuasi masyarakat dari wilayah terisolir. Bantuan logistik terus didorong dari darat, udara, dan laut.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Aceh, M. Nasir dalam konferensi pers di Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeologi Aceh di Kantor Gubernur, Banda Aceh, Jumat (5/12/2025) dilansir dari laman Infopublik. Turut hadir Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria.
“Terkait dengan evakuasi atau penyelamatan masyarakat kita yang masih terisolir. Memang ada beberapa lokasi (terisolir) yang sudah diterobos, ternyata mereka tidak perlu lagi direlokasi karena sudah (banjirnya) kering. Jadi lokasi-lokasi tersebut tinggal hanya kemudian di-dropping logistik, tenda, dan kebutuhan-kebutuhan pos medis ya. Saya kira tidak perlu direlokasi ke wilayah yang lain,” jelas Sekda Aceh.
Menurut Nasir, ada beberapa wilayah terdampak yang memang masih perlu dilakukan pergeseran sejumlah orang karena dikhawatirkan longsor susulan. Warga terdampak dipindahkan ke tempat aman. “Tapi secara keseluruhan sudah sangat jauh perkembangannya, tinggal sisa sedikit saja di beberapa lokasi. Dan itu sudah diintervensi juga dengan dropping logistik,” jelasnya.
Seturut demikan, M. Nasir menambahkan distribusi logistik bantuan terus di lakukan secara masif. Setelah jalur Sumatra Utara ke Aceh melalui jalur Aceh Tamiang dapat ditembus, sekarang distribusi logistik dipercepat. Termasuk menggunakan jalur laut. “Kemarin sudah berangkat kapal Basarnas, sebelumnya ada Bahari Express. Hari ini sedang kita muat untuk mencapai 100 ton di KRI Antares. Sedang dimuat dari tadi malam, saya mengecek jam 2 malam tadi malam sudah masuk ke 40 ton lebih. Targetnya siang ini masuk sampai dengan 65 ton. Dan sore, setelah 100 ton terpenuhi, mereka akan berangkat untuk melakukan dropping logistik ke Lhokseaumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Kota Langsa, dan Tamiang. Jadi di-drop di Krueng Geukueh, kemudian diantar lewat darat melalui truk-truk yang sudah disiapkan untuk disampaikan ke titik-titik lokasi yang memang sudah disesuaikan.”
Adapun, menganai pendistribusian bantuan di wilayah tengah Aceh, pemerintah menyalurkan bantuan logistik melalui udara. Operasi dilakukan secara masif, sehari bisa 3-4 pesawat dan helikopter yang terbang untuk mendaratkan bantuan logistik. Kemudian kembalinya membawa orang-orang yang ingin menumpang untuk ke Banda Aceh atau ke wilayah-wilayah lain yang mereka inginkan.
Nasir menjelaskan, ada dukungan relawan-relawan medis yang terdiri tim medis dan dokter dari provinsi lain. Mereka berasal dari UI, UGM, dan dari Makassar. “Semuanya kita fasilitasi untuk bisa sampai ke tujuan mereka untuk melakukan pengabdian dalam rangka penanganan bencana banjir ini,” pungkas Sekda Aceh. she


