By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Pemkot Semarang dan BBWS Pemali Juana Matangkan Penetapan Garis Sempadan Sungai Kanal Banjir Barat dan Sungai Garang
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Pemkot Semarang dan BBWS Pemali Juana Matangkan Penetapan Garis Sempadan Sungai Kanal Banjir Barat dan Sungai Garang

Last updated: 12 Desember 2025 03:54 03:54
Jatengdaily.com
Published: 12 Desember 2025 03:54
Share
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng. Foto: Pemkot Semarang
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)-  Pemerintah Kota Semarang bersama BBWS Pemali Juana menggelar Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) Final untuk membahas Kajian dan Penetapan Garis Sempadan Sungai Kanal Banjir Barat (KBB) dan Sungai Garang. Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk memastikan penataan sungai dilakukan secara teknis tepat, ramah lingkungan, dan berkeadilan sosial.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menegaskan bahwa sungai adalah anugerah sekaligus komponen penting ekosistem perkotaan yang harus dilindungi. “Sungai adalah sumber kehidupan. Jika tidak dikelola, ia berubah menjadi sumber bencana. Karena itu kita harus menjaga kebersihan dan kelestariannya,” ujarnya pada Rabu (10/12).

Pada kesempatan tersebut, Pemkot Semarang juga menyoroti masalah sedimentasi, sampah, dan penyempitan ruang sungai yang kerap memicu banjir. Wali Kota meminta camat, lurah, hingga komunitas peduli sungai lebih aktif menjaga kebersihan aliran sungai, termasuk memastikan pompa pengendali banjir tidak terganggu sampah.

Pemkot Semarang tengah menyiapkan langkah inovatif untuk memetakan titik kemacetan drainase melalui simulasi arus menggunakan bola ber-chip GPS. Hasil pemetaan akan digunakan untuk menentukan lokasi perbaikan dan penertiban bangunan yang menghambat aliran air.

Penetapan garis sepadan sungai ini akan menjadi dasar penting penyusunan RDTR, normalisasi sungai, penguatan tebing, dan pembinaan bagi warga yang tinggal di sepanjang alur sungai. “Keputusan ini memberi kepastian bagi pemerintah dan masyarakat, mana area yang boleh dimanfaatkan dan mana yang wajib dikembalikan menjadi ruang sungai,” jelas Wali Kota.

Pemkot Semarang menyambut pendekatan BBWS yang tidak hanya mengedepankan aspek teknis, tetapi juga mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat. Karena itu warga diminta menyampaikan keberatan maupun masukan secara terbuka dalam forum PKM final.

Acara ditutup dengan ajakan bersama untuk menjaga sungai sebagai ruang hidup yang bersih, aman, dan memberi manfaat bagi generasi mendatang. she

You Might Also Like

Pemkot Semarang Luncurkan Program STROBERI, Uji Coba Implementasi Makan Siang Bergizi
Kampung Bahari Tambaklorok dan Tanggul Laut Diproyeksikan jadi Destinasi Wisata Baru
BCFM Ditutup, Menghasilkan Transaksi Sebesar Rp 500 Juta
Kebahagiaan Ana Marlia,  Putri Tunggalnya Jadi Sarjana Hukum
Repatriasi Prasasti Pucangan Bagian Upaya Penanaman Nilai Kebangsaan
TAGGED:BBWS Pemali JuanaGaris SempadanPemkot SemarangSungai GarangSungai Kanal Banjir Barat
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?