By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Pemkot Semarang Luncurkan “Srikandi Pangan”, Gerakan Perempuan untuk Ketahanan Pangan dan Stop Boros Makanan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Pemkot Semarang Luncurkan “Srikandi Pangan”, Gerakan Perempuan untuk Ketahanan Pangan dan Stop Boros Makanan

Last updated: 21 Agustus 2025 08:27 08:27
Jatengdaily.com
Published: 21 Agustus 2025 08:27
Share
Aula Balaikota Semarang, Selasa (19/8), dipenuhi semangat baru saat Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, meresmikan program Srikandi Pangan.Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Aula Balaikota Semarang, Selasa (19/8), dipenuhi semangat baru saat Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, meresmikan program Srikandi Pangan.

Contents
Perempuan sebagai motor perubahanLestarikan kuliner lokalGerakan dari rumah

Program ini lahir dari kepedulian terhadap masalah ketahanan pangan sekaligus mengajak perempuan menjadi garda terdepan dalam perubahan pola konsumsi keluarga.

“Srikandi pangan terlahir dari kebutuhan kita semua, untuk menjawab tantangan nyata di bidang ketahanan pangan. Stop pemborosan makanan, stop menyia-nyiakan makanan,” tegas Agustina dalam sambutannya.

Tantangan itu bukan tanpa alasan. Berdasarkan data, sampah pangan di Kota Semarang mencapai 262.056,7 ton per tahun. Jika diuangkan, jumlahnya setara dengan Rp2,42 triliun. Angka yang fantastis, namun sekaligus ironis di tengah masih adanya persoalan gizi dan kesehatan masyarakat.

Agustina pun mengingatkan bahwa pola makan yang tidak sehat bisa berujung pada penyakit serius. “Ini ngeri loh, kalau obesitas berarti turunannya nomor satu gula, nomor dua hipertensi, nomor tiga kolesterol,” katanya.

Perempuan sebagai motor perubahan

Srikandi Pangan dibangun dengan struktur organisasi yang menyentuh hingga tingkat paling bawah, mulai dari kota sampai RT. Para perempuan yang tergabung di dalamnya memegang peran kunci melalui empat kelompok kerja (Pokja), yaitu Pokja Ketersediaan Pangan, Pokja Distribusi Pangan, Pokja Penganekaragaman Pangan, dan Pokja Keamanan Pangan.

Konsepnya sederhana, semakin banyak orang terlibat, semakin besar pula peluang untuk mengurangi food waste dan memanfaatkannya kembali. “Ini semakin banyak orang yang bergerak, berarti semakin banyak food waste yang bisa ditampung dan didistribusi,” lanjut Agustina.

Lestarikan kuliner lokal

Peluncuran program ini juga diwarnai dengan hadirnya Buku Kamus Masakan Kota Semarang. Buku tersebut bukan sekadar kumpulan resep, melainkan dokumentasi kuliner lokal yang bisa menjadi acuan bagi para Srikandi Pangan.

“Di dalamnya ada makanan-makanan apa yang dibutuhkan oleh setiap tahapan manusia, mulai bayi sampai lansia. Juga ada contoh cara memasak supaya kandungan gizi tidak hilang,” jelas Agustina.

Buku ini diharapkan bisa memperkaya wawasan masyarakat tentang bahan pangan lokal selain beras, sekaligus melestarikan kekayaan kuliner Semarang yang diwariskan turun-temurun.

Gerakan dari rumah

Melalui Srikandi Pangan, Pemkot Semarang mengajak setiap rumah tangga untuk lebih bijak dalam mengelola makanan. Perempuan sebagai ibu rumah tangga dan pengelola dapur dipercaya menjadi motor utama perubahan, mulai dari menyiapkan menu sehat, mengurangi sampah makanan, hingga memperkenalkan pangan lokal kepada keluarga.

Dengan semangat kebersamaan, program ini diharapkan tidak hanya menekan angka food waste, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan dari lingkup terkecil: rumah tangga. Dari meja makan keluarga, pesan tentang pangan beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA) bisa menyebar ke seluruh kota. St

You Might Also Like

Polda Apresiasi Haul Habib Ali Al-Habsyi Yang akan Digelar Tertutup
Indosat Ooredoo Hutchison Kampanyekan “Sampah Jadi Pulsa” di Ajang MotoGP Mandalika 2024
2.510 Personel di 35 Polres se-Jateng Diterjunkan dalam Operasi Patuh Candi 2024
Presiden Instruksikan TNI-Polri Jaga Stabilitas Jelang Transisi Pemerintahan dan Pilkada 2024
Akselerasi Ekonomi Digital Nasional, Telkom Konsisten Dorong Digitalisasi di Sektor Bisnis Perdagangan
TAGGED:Gerakan Perempuan untuk Ketahanan PanganLuncurkan “Srikandi Pangan”Pemkot SemarangStop Boros Makanan
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?