By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Peringati Waisyak, Umat Buddha Suarakan Perdamaian Dunia dari Candi Borobudur
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Peringati Waisyak, Umat Buddha Suarakan Perdamaian Dunia dari Candi Borobudur

Last updated: 11 Mei 2025 09:24 09:24
Jatengdaily.com
Published: 11 Mei 2025 11:00
Share
Umat Buddha dari Majelis Umat Nyongma Indonesia (MUNI) melakukan doa khusus untuk perdamaian dan kesejahteraan dunia di Candi Borobudur Magelang. Foto: magelangkab.go.id
SHARE

MAGELANG (Jatengdaily.com)- Ratusan umat Buddha dari Majelis Umat Nyongma Indonesia (MUNI) melakukan doa khusus untuk perdamaian dan kesejahteraan dunia di Taman Akshobhya, Kompleks Zona II Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Sabtu (10/5/2025).

Ketua Panitia Nyingma Monlam Chenmo Indonesia 2025, Lama Rama Santoso Lieme mengatakan, doa bersama ini merupakan salah satu rangkaian dari peringatan Hari Tri Suci Waisak ke 2569 Buddhis Era 2025. Tujuan dari doa bersama ini untuk perdamaian, keharmonisan, keselarasan, dan kebahagiaan di seluruh dunia.

Di hari pertama, umat mengikuti Nyingma Monlam Chenmo Indonesia dan hari kedua digelar ritual Krodikali Feast Offering.

“Kegiatan ini merupakan doa aspirasi Agung untuk perdamaian dunia serta kesejahteraan dunia, termasuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata Lama Rama di sela ritual tersebut.

Menurut Lama, doa bersama tahun ketiga ini, dipimpim oleh HH Kyabje Dungzin Garab Rinpoche dari Kerajaan Bhutan. Selain itu, acara ini akan digelar hingga sore hari dan ditutup dengan ritual pradaksina atau mengelilingi pelataran Candi Borobudur sebanyak tiga kali searah jarum jam.

Diungkapkan Lama, keberadaan Candi Borobudur sebagai tempat suci yang diyakini mampu menjadi medium penyebaran doa dan harapan demi kebaikan semesta.

“Maka kami lakukan doa-doa suci ini di Candi Agung Borobudur agar bermanfaat,” ujarnya dilansir dari laman magelangkab.

Doa-doa parrita dilantunkan secara khusyuk oleh umat dengan tujuan menghimpun kebajikan demi kebahagiaan semua makhluk. Doa aspirasi itu bersumber dari kitab suci ajaran Tantra ajaran Sang Buddha. Ajaran itu kemudian diturunkan kembali oleh Guru Padmasambhava.

“Sebagai umat kita berharap hidup sejahtera dalam damai. Baik sejalan dengan ajaran Buddha,” ungkap salah satu umat, Salhema. she

You Might Also Like

THR Harus Dibayar Tepat Waktu dan Tak Boleh Dicicil
Hanya Wilayah Zona Hijau Boleh Selenggarakan Pembelajaran Tatap Muka
IT Berkembang Pesat, Masyarakat Penting Dikenalkan Pelatihan Pembuatan Digital Kreatif
HUT Ke-2 Rumah BUMN Semen Gresik, Catat Omset Penjualan Rp 2 Miliar
Nataru, Polda Jateng Siapkan 219 Pos Pengamanan
TAGGED:candi borobudurPeringati WaisyakUmat Buddha Suarakan Perdamaian Dunia
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?