By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: PERSADIA, Prodi PPDS Penyakit Dalam  dan RSI Sultan Agung Gelar Edukasi Perawatan Kaki Diabetes
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

PERSADIA, Prodi PPDS Penyakit Dalam  dan RSI Sultan Agung Gelar Edukasi Perawatan Kaki Diabetes

Last updated: 24 November 2025 12:19 12:19
Jatengdaily.com
Published: 24 November 2025 09:47
Share
PERSADIA, Prodi PPDS Penyakit Dalam  dan RSI Sultan Agung Gelar edukasi perawatan kaki diabetes. Foto: dok
SHARE
PERSADIA, Prodi PPDS Penyakit Dalam  dan RSI Sultan Agung Gelar edukasi perawatan kaki diabetes. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) -Dalam rangka memperingati World Diabetes Day, PERSADIA Cabang Semarang bekerjasama dengan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Unissula dan Rumah Sakit Islam  (RSI) Sultan Agung menggelar kegiatan pengabdian masyarakat berupa edukasi perawatan kaki diabetes dan pelatihan penggunaan secretome hydrogel untuk ulkus kaki diabetik.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai unit PERSADIA di Kota Semarang, termasuk PERSADIA RSI Sultan Agung, RS Hermina Banyumanik, RS Hermina Pandanaran, RS Panti Wilasa Cipto, Panti Wilasa Citarum, serta perwakilan komunitas dari Laboratorium CITO dan Laboratorium Prodia dengan jumlah peserta sekitar 150 orang. Selain anggota PERSADIA, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa PPDS Penyakit Dalam yang melakukan pemeriksaan Ankle Brachial Index (ABI), serta mahasiswa profesi dokter (koas) yang ikut mendampingi jalannya pemeriksaan dan edukasi.

Dalam sambutannya, ketua PERSADIA cabang Semarang yang sekaligus sebagai  Kaprodi PPDS Penyakit Dalam FK Unissula yang menyampaikan bahwa edukasi dan deteksi dini melalui pemeriksaan ABI sangat penting untuk mencegah komplikasi berat seperti penyakit arteri perifer dan risiko amputasi. Hal ini sejalan dengan komitmen RSI Sultan Agung sebagai rumah sakit pendidikan utama untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pendidikan berbasis bukti ilmiah (evidence-based medicine).

Sementara itu, Direktur Pendidikan RSI Sultan Agung, dr. Muhammad Arif SpPD, menegaskan pentingnya kegiatan kolaboratif seperti ini untuk memperkuat literasi kesehatan masyarakat, khususnya pasien diabetes. Ia menekankan bahwa perawatan kaki yang benar dapat menurunkan risiko ulkus diabetik berulang dan mempercepat penyembuhan.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yaitu dr. Lusito, Sp.PD, KGH, yang membawakan materi mengenai Pengenalan Secretome MSC Hypoxia dan Potensi Penyembuhan Luka Diabetes, serta Dr. dr. Nur Anna Chalimah S., Sp.PD, KEMD, FINASIM, yang memberikan edukasi Persiapan dan Simulasi Penggunaan Hydrogel Secretome pada Luka Diabetes.

Salah satu materi inti yang menarik perhatian peserta adalah pengenalan secretome hydrogel, produk bioterapi berbasis mesenchymal stem cell (MSC) hipoksia yang dikembangkan oleh dosen dan peneliti FK Unissula serta RSI Sultan Agung. Temuan penelitian tersebut sudah dipublikasikan secara ilmiah, dan menunjukkan potensi secretome sebagai terapi pendukung penyembuhan luka yang lebih efektif.

Peserta juga memperoleh pelatihan langsung tentang cara penilaian risiko kaki diabetik,  pengukuran ABI, serta teknik aplikasi secretome hydrogel pada ulkus kaki. Pendekatan praktis ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan anggota PERSADIA dalam melakukan perawatan mandiri dan mendeteksi tanda bahaya lebih awal.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga mempererat sinergi antara institusi akademik, rumah sakit pendidikan, dan komunitas pasien, khususnya dalam upaya pencegahan komplikasi diabetes melalui pendekatan yang ilmiah dan mudah diterapkan di komunitas.

Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa calon dokter spesialis penyakit dalam (PPDS) serta mahasiswa koas FK Unissula. Mereka berperan langsung dalam pemeriksaan kesehatan para peserta, khususnya melalui Ankle Brachial Index (ABI), sebuah pemeriksaan penting untuk mendeteksi gangguan aliran darah pada tungkai bawah yang dapat meningkatkan risiko terjadinya ulkus kaki diabetes.

Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dari proses pendidikan klinis, sekaligus memperkuat kompetensi promotif-preventif dan mempererat hubungan antara rumah sakit pendidikan dengan komunitas penyandang diabetes.

Sebagai bentuk apresiasi, peserta mendapatkan doorprize serta voucher pemeriksaan ABI gratis di Klinik Endokrinologi–Diabetes RSI Sultan Agung. Pemeriksaan ini penting sebagai deteksi dini gangguan pembuluh darah sehingga peserta yang berisiko dapat ditangani lebih lanjut dengan tepat.

Acara ditutup dengan diskusi interaktif yang berlangsung hangat, diikuti antusias oleh para peserta, dan sesi foto bersama sebagai tanda berakhirnya kegiatan edukatif dan inspiratif ini. she

You Might Also Like

Meski Imbang 0-0 Lawan Palestina, Permainan Timnas Mendominasi
Borobudur Marathon 2020, Elite Runner Jalani Swab dan Karantina
Unissula Borong Lima Kategori Penghargaan pada Anugerah LLDIKTI Wilayah VI 2024
Presiden Susuri Jalan Malioboro Saksikan Pemberian Bantuan Tunai bagi PKL dan Warung
Masa Pinjaman Habis, PSIS Ucapkan Terima Kasih ke Evan Dimas
TAGGED:PERSADIAProdi PPDS Penyakit DalamRSI Sultan Agung Gelar
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?