Oleh: Harimurti S.S.T., M.M.
Statistisi Ahli Muda Badan Pusat Statistik
Ketua Tim Analisis Statistik BPS Kota Tegal
Kegiatan Ekonomi Indonesia tumbuh 5,12 pada 2025 triwulan kedua. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia tersebut membandingkan kondisi triwulan II-2025 dengan triwulan II-2024 (y-on-y). Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah Jasa Lainnya sebesar 11,31 persen; diikuti oleh Jasa Perusahaan sebesar 9,31 persen; Transportasi dan Pergudangan sebesar 8,52 persen; serta Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 8,04 persen.
Ekonomi Indonesia triwulan II-2025 terhadap triwulan II-2024 tumbuh sebesar 5,12 persen (y-on-y) karena pertumbuhan terjadi pada hampir semua komponen pengeluaran, kecuali Komponen pengeluaran konsumsi pemerintah (PK-P) yang terkontraksi sebesar 0,33 persen. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 10,67 persen; diikuti Komponen PK-LNPRT sebesar 7,82 persen; Komponen PMTB sebesar 6,99 persen; dan Komponen PK-RT sebesar 4,97 persen. Komponen Impor Barang dan Jasa (yang merupakan faktor pengurang dalam PDB menurut Pengeluaran) juga tumbuh sebesar 11,65 persen.
Dari sektor produksi sumbangan terbesar pada sektor R,S,T,U yang digabungkan pada jasa lainnya. Kategori ini mempunyai kegiatan yang cukup luas yang meliputi: Kesenian, Hiburan, dan Rekreasi; Jasa Reparasi Komputer Dan Barang Keperluan Pribadi Dan Perlengkapan Rumah Tangga; Jasa Perorangan yang Melayani Rumah Tangga; Kegiatan Yang Menghasilkan Barang dan Jasa Oleh Rumah Tangga Yang Digunakan Sendiri untuk memenuhi kebutuhan; Jasa Swasta Lainnya termasuk Kegiatan Badan Internasional, seperti PBB dan perwakilan PBB, Badan Regional, IMF, OECD, dan lain-lain.
Kategori R, Jasa Kesenian, Hiburan dan Rekreasi, kategori ini meliputi kegiatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat umum akan hiburan, kesenian, dan kreativitas, termasuk perpustakaan, arsip, museum, kegiatan kebudayaan lainnya, kegiatan perjudian dan pertaruhan, serta kegiatan olahraga dan rekreasi lainnya.
Kategori S, mencakup kegiatan dari keanggotaan organisasi, jasa reparasi komputer dan barang keperluan pribadi dan perlengkapan rumah tangga, serta berbagai kegiatan jasa perorangan lainnya.
Kategori T, mencakup kegiatan yang memanfaatkan Jasa Perorangan Yang Melayani Rumah Tangga yang didalamnya termasuk jasa pekerja domestik (pembantu rumah tangga, satpam, tukang kebun, supir, dan sejenisnya), dan Kegiatan Yang Menghasilkan Barang Dan Jasa Oleh Rumah Tangga Yang Digunakan Sendiri Untuk Memenuhi Kebutuhan (didalamnya termasuk kegiatan pertanian, industri, penggalian, konstruksi, dan pengadaan air).
Kemudian Kategori U, mencakup kegiatan badan internasional, seperti PBB dan perwakilannya, Badan Regional dan lain-lain, termasuk The Internasional Moneter Fund, The World Bank, The World Customs Organization (WHO), the Organization for Economic Co-operation and Development (OECD), the Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan lain-lain.
Sektor pada kategori R, S, T, dan U banyak yang informal, tetapi nyata menyumbang pertumbuhan ekonomi yang besar. Pertumbuhan ekonomi bergeser dari Lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, yang pada triwulan pertama menyumbang pertumbuhan ekonomi terbesar dengan nilai 10,52 persen. Jatengsdaily.com-st
0



