By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Petugas Gabungan Dirikan Posko Bencana Banjir dan Longsor di Kendal
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Petugas Gabungan Dirikan Posko Bencana Banjir dan Longsor di Kendal

Last updated: 23 Januari 2025 07:12 07:12
Jatengdaily.com
Published: 23 Januari 2025 07:30
Share
Warga di Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, dievakuasi. Foto: ist/adri
SHARE

KENDAL (Jatengdaily.com)- Petugas gabungan BPBD, TNI Polri, PMI hingga relawan masih terus melakukan pendataan korban terdampak serta mendirikan posko bencana banjir dan longsor di Kendal.

Posko bantuan didirikan untuk kebutuhan logistik seperti makanan, pakaian, dan obat-obatan. Adapun dapur umum didirikan di gedung PKK dan PMI Kabupaten Kendal.

Banjir dan tanah longsor melanda beberapa wilayah di Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah, pada Senin (20/1/2025). Akibatnya, satu warga dilaporkan meninggal dunia dan 264 warga terpaksa mengungsi di beberapa titik.

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal melaporkan satu warganya meninggal dunia dan empat luka ringan akibat tanah longsor di Desa Tamanrejo, Kecamatan Sukorejo,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keteranganya, Rabu (22/1/2025) dilansir dari laman Infopublik.

Selain Kecamatan Sukorojo, longsor juga menerjang Kecamatan Boja, Limbangan, Patean dan Plantungan. Total sebanyak 16 rumah rusak, dan 25 jiwa terdampak.

Sementara wilayah yang terdampak banjir meliputi wilayah Kecamatan Patebon, Cepiring, Boja, Rowosari, Patean, dan Kendal. Banjir terparah terjadi di Kecamatan Patebon yang terdampak jebolnya tanggul Kali Bodri.

Tercatat 1.065 rumah, 10 tempat ibadah, tiga fasilitas kesehatan, enam fasilitas pendidikan dan tujuh perkantoran terdampak banjir hingga ketinggian satu meter.

Laporan terkini banjir telah surut, namun hingga Rabu (22/1/2025) masih terdapat 264 warga yang bertahan di empat titik pengungsian diantaranya, di rumah dinas Bupati (25 orang), Car Centro (35 orang), SMA 1 Pegandon (86 orang) dan di kantor Dinas Perhubungan (118 orang).

Meski banjir telah surut, petugas masih berjaga antisipasi adanya banjir susulan. Warga diminta tetap waspada khususnya bagi warga di sekitar tanggul Kali Bodri.

BNPB juga mengimbau untuk selalu waspada terhadap penyakit yang dapat menyerang warga pasca banjir. Kepada masyarakat di wilayah rawan bencana, agar mempersiapkan perlengkapan darurat seperti makanan, air, pakaian, serta obat-obatan.

Masyarakat diminta untuk mengikuti arahan petugas yang berada di lapangan dan pastikan keselamatan diri dan keluarga tetap menjadi prioritas. Hindari penyebaran informasi tidak jelas dan pastikan sumber informasi berasal dari pihak yang terpercaya. she 

You Might Also Like

Polisi Selidiki Kecelakaan Maut di Tol Semarang Solo
Selesaikan 53 Perkara Berbasis Restorative Justice, Senator Abdul Kholik Apresiasi Kejati Jateng
Tradisi Saling Memaafkan dan Berbuat Kebaikan lewat Halal Bihalal
Akreditasi Internasional Jadi Keharusan untuk Mendunia
Deddy Corbuzier Terima Pangkat Letkol Tituler TNI
TAGGED:Bencana Banjir dan Longsor di Kendal
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?