Reuni Sastra 2025 akan Digelar di TBRS

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Satupena Jawa Tengah bekerja sama dengan Bengkel Sastra Taman Maluku (BSTM) Semarang akan menggelar Reuni Sastra 2025 pada Sabtu, 12 Juli 2025. Acara akan diselenggarakan di Lantai Dasar Gedung Teater, Taman Budaya Raden Saleh, Jalan Sriwijaya 29, Semarang, sebagai ajang temu kangen sekaligus perayaan ulang tahun ke-9 Bengkel Sastra Taman Maluku.
Dalam rangkaian acara tersebut, akan diluncurkan dan dibedah novel berjudul “Kolam Susu”, karya Sulis Bambang, yang juga merupakan Ketua Bengkel Sastra Taman Maluku.
Novel ini menjadi salah satu bentuk kontribusi terbaru Bengkel Sastra terhadap khazanah sastra lokal dan nasional.
Ketua Umum Satupena Jawa Tengah, Gunoto Saparie, didampingi Sulis Bambang, menyatakan bahwa Reuni Sastra 2025 akan menjadi ruang penting bagi para pegiat sastra untuk kembali bertemu, berbagi pengalaman, dan memperkuat jejaring.
“Reuni ini adalah bentuk kerinduan dari para penulis dan sastrawan setelah lama tidak bertemu. Kami berharap, melalui pertemuan ini, akan tercipta ruang saling tukar pengalaman, memperluas jejaring, dan memacu penciptaan karya sastra yang lebih hidup,” ujar Gunoto Saparie.
Acara ini akan menghadirkan penyair dan budayawan Sosiawan Leak sebagai tamu utama.
Selain itu, sejumlah sastrawan dan tokoh budaya turut mendukung kegiatan ini, antara lain Imaniar Yordan Christy, Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Kota Semarang; Guspar Wong, Pimpinan Pesantren Suraukami; Budi Maryono, Direktur Penerbit Gigih Pustaka Mandiri; Arieyoko, Ketua Komunitas Sastra Etnik, serta penyair produktif dari Ungaran, Yusri Yusuf.
Untuk semakin memeriahkan suasana, acara ini juga akan dimeriahkan oleh penampilan musik dari kelompok pengamen Kwartet Coustik, yang diharapkan menambah semangat kebersamaan dan kreativitas.
Sulis Bambang menyampaikan rasa syukurnya atas perjalanan Bengkel Sastra Taman Maluku yang telah memasuki usia 9 tahun.
“Tidak terasa, Bengkel Sastra Taman Maluku sudah berjalan sembilan tahun. Ini saat yang tepat untuk berefleksi, sudah sejauh mana kita beraktivitas dan berkreativitas,” ujarnya.
Selama hampir satu dekade, Bengkel Sastra aktif dalam berbagai kegiatan, mulai dari penerbitan buku-buku sastra, peluncuran dan diskusi buku, hingga kegiatan “sedekah budaya” ke sekolah-sekolah. Namun, menurut Sulis, ke depan perlu ada peningkatan, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas kegiatan sastra.
Reuni Sastra 2025 terbuka untuk umum dan menjadi wadah apresiasi sekaligus inspirasi bagi generasi baru dalam dunia literasi dan kebudayaan. Para peserta diharapkan bisa saling berbagi dan tumbuh bersama dalam semangat sastra yang inklusif dan membebaskan. St