SEMARANG (Jatengdaily.com) – Ribuan umat Islam memadati Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) untuk melaksanakan salat Idul Adha 1446 Hijriah, Jumat (6/6/2025) pagi. Salat yang berlangsung khusyuk tersebut dipimpin oleh KH. Zaenuri Ahmad Al-Hafidz sebagai imam, dan bertindak sebagai khatib adalah Ketua Pengadilan Agama Kota Semarang, Dr. Drs. H. Zulkarnain, BA, SH, MH.
Dalam khutbah bertema “Ibadah Qurban dan Ketahanan Keluarga”, Zulkarnain mengajak umat Islam meneladani keluarga Nabi Ibrahim AS dan Nabi Muhammad SAW dalam membangun ketahanan keluarga. “Keluarga para nabi menjadi panutan dan teladan yang telah diabadikan dalam Al-Qur’an dan sunnah,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa ibadah qurban memiliki sejarah panjang, bahkan sejak zaman Nabi Adam AS. Saat itu, qurban yang dilakukan oleh Habil diterima oleh Allah SWT, sedangkan qurban Qabil ditolak. “Kisah ini bukan sekadar sejarah, tapi mengandung pesan mendalam tentang keikhlasan dan pengendalian diri. Sayangnya, Qabil tidak mampu menahan nafsunya dan membunuh Habil,” tuturnya, mengutip surat Al-Maidah ayat 27-29.
Lebih lanjut, Zulkarnain menekankan pentingnya menjaga ketahanan keluarga, dengan mencontoh keteguhan keluarga Nabi Ibrahim AS. “Cobaan hidup yang berat bisa dilalui jika keluarga memiliki keteguhan iman dan kesabaran,” ungkapnya.
Usai salat, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi menyempatkan diri untuk bersalaman dengan para jamaah dan melayani permintaan swafoto. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyerahkan sapi kurban seberat hampir satu ton kepada pihak MAJT. Hewan kurban diterima langsung oleh Ketua Pengurus Pengelola MAJT, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA.
MAJT Jadi Tanggung Jawab Pemprov Jateng
Dalam sambutannya, Gubernur Ahmad Lutfi menegaskan bahwa pengelolaan dan pengembangan MAJT menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. “Tanpa diminta pun, sudah menjadi kewajiban kita untuk memakmurkan MAJT agar terus memberikan manfaat bagi masyarakat, baik di tingkat regional maupun nasional,” tegasnya.
Ia juga menyebut pentingnya menjadikan MAJT sebagai trademark kebanggaan umat Islam di Jawa Tengah. “Karena itu, saya minta Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pak Sujarwanto untuk meninjau kembali potensi pasar induk di kawasan ini agar bisa terus dikembangkan,” tambahnya.
Sementara itu, Prof. Noor Achmad mengungkapkan bahwa jumlah hewan kurban yang disembelih di MAJT terus meningkat dari tahun ke tahun. Ia juga menyampaikan rencana pengembangan kawasan MAJT. “Insyaallah akan dibangun rumah sakit, pusat pendidikan, dan pusat bisnis. Pasarnya pun saat ini sudah sangat ramai. Kami juga akan membangun Rumah Potong Hewan (RPH) yang insyaallah segera diresmikan oleh Bapak Gubernur,” pungkasnya. St


