By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Satu Juta Penumpang Kereta Api di Daop 4 Sudah Gunakan Face Recognition pada Januari hingga Agustus 2025
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Satu Juta Penumpang Kereta Api di Daop 4 Sudah Gunakan Face Recognition pada Januari hingga Agustus 2025

Last updated: 10 September 2025 15:37 15:37
Jatengdaily.com
Published: 10 September 2025 15:37
Share
Penumpang kereta api di Daop 4 Semarang, Foto: dok/Daop 4
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mencatat sebanyak 1.051.945 pelanggan kereta api telah memanfaatkan fasilitas Face Recognition (FR) di sejumlah stasiun wilayah Daop 4 sepanjang Januari hingga Agustus 2025.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, mengatakan pemanfaatan teknologi ini terus meningkat dan menunjukkan kesadaran pelanggan semakin tinggi untuk menggunakan layanan FR yang lebih cepat, efisien, dan ramah lingkungan.

“Dengan adanya FR, pelanggan tidak perlu lagi mencetak boarding pass. Cukup melakukan validasi wajah di perangkat FR, pelanggan dapat langsung menuju peron atau naik kereta. Selain praktis, fasilitas ini juga berkontribusi dalam mengurangi penggunaan roll kertas,” ujar Franoto.

Fasilitas FR saat ini tersedia di empat stasiun Daop 4, seperti Stasiun Semarang Tawang, Stasiun Semarang Poncol, Stasiun Tegal, dan Stasiun Pekalongan.

Stasiun Semarang Tawang menjadi stasiun dengan penggunaan FR terbanyak yaitu 466.525 pelanggan, disusul Semarang Poncol 247.239 pelanggan, Tegal 171.712 pelanggan, dan Pekalongan 166.469 pelanggan.

Selain meningkatkan pengalaman pelanggan, penerapan teknologi ini juga berkontribusi pada aspek lingkungan. Setiap rol kertas yang dihemat berarti ada pohon yang tetap lestari, tinta yang tidak perlu diproduksi, serta sampah yang tidak menumpuk.

“Penerapan teknologi ini bukan hanya soal efisiensi, tapi juga komitmen KAI terhadap keberlanjutan lingkungan. Kami belajar dari pengalaman pandemi Covid-19, sehingga mempercepat digitalisasi layanan, termasuk menghadirkan e-boarding pass dan face recognition,” tambah Franoto.

Ke depan, KAI menargetkan pengembangan digitalisasi yang lebih terintegrasi. Melalui aplikasi Access by KAI, pelanggan akan dapat menikmati perjalanan antarmoda yang seamless dari titik keberangkatan hingga tujuan akhir hanya dalam satu genggaman.

“Transformasi digital adalah pijakan penting KAI untuk menghadirkan layanan transportasi modern, ramah lingkungan, dan sesuai kebutuhan pelanggan. Kami ingin memastikan setiap perjalanan dengan kereta api tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga semakin efisien dan berkelanjutan,” tutup Franoto. she

You Might Also Like

Ini 7 Rekomendasi Tim Audit Stadion Kanjuruhan
KKP Diminta Perhatikan Nasib Nelayan
Jokowi Tekankan Covid Terkendali, Tetapi Ekonomi Tidak Terganggu
Manoj Punjabi Tak Berani Sesumbar, Film Ivana Samai Rekor Penonton Film KKN di Desa Penari
Ganjar dan DPRD Sepakat Hari Jadi Jawa Tengah Diperingati Setiap Tanggal 19 Agustus
TAGGED:Daop 4Gunakan Face RecognitionPenumpang Kereta Api
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?