By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Sejarawan Sebut HUT Kota Jakarta Merupakan Peringatan Kemenangan Koalisi Nusantara Pimpinan Fatahillah
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Sejarawan Sebut HUT Kota Jakarta Merupakan Peringatan Kemenangan Koalisi Nusantara Pimpinan Fatahillah

Last updated: 25 Oktober 2025 20:09 20:09
Jatengdaily.com
Published: 3 Juli 2025 10:48
Share
Peneliti sejarah Islam, H Sariat Arifia. Foto: dok
SHARE
Peneliti sejarah Islam, H Sariat Arifia. Foto: dok

JAKARTA (Jatengdaily.com)- Sejarah Jakarta yang ditandai dengan pembebasan Sunda Kelapa dari cengkeraman Portugis oleh pasukan yang dipimpin Fatahillah pada 22 Juni 1527 dan kini diperingati sebagai Hari Jadi Kota Jakarta, sejatinya adalah peringatan atas perjuangan bersama warga masyarakat dari berbagai daerah yang layak disebut sebagai Koalisi Nusantara.

Karenanya, peringatan hari ulang tahun (HUT) Jakarta perlu dirayakan bersama dengan daerah yang turut berjuang membebaskan Sunda Kelapa yang kini disebut Jakarta.

Peneliti sejarah Islam, H Sariat Arifia dalam konteks menyambut HUT ke-498 Kota Jakarta tahun 2025 ini mengatakan, tidak akan ada Jakarta kalau tidak ada pasukan koalisi yang didukung Demak, Cirebon, Jepara, Tuban dan Gresik pimpinan Fatahillah dari Pasai (Lhokseumawe, sekarang). ”Itu hasil perjuangan bersama,” kata Sariat Arifia, Kamis (3/7/2025).

Sariat Arifia yang sudah lima tahun lebih melakukan penelitian lapangan tentang Fatahillah dengan metode grounded theory dengan pendanaan mandiri, berharap Museum Perjuangan Jakarta Fatahillah dikembangkan koleksi dan narasinya dengan koleksi yang memperlihatkan koneksitas dengan daerah lain yang ikut berjuang membebaskan Jakarta dari cengkeraman penjajah. Dengan begitu, konsepsi Museum Fatahillah bisa memberikan gambaran yang lebih utuh terkait sejarah Kota Jakarta.

“Perlu ada narasi dan koleksi benda-benda sejarah yang terkait dengan perjuangan pembebasan Sunda Kelapa dari Pasai, Demak, Cirebon, Tuban, dan daerah-daerah lain yang turut serta. Perlu juga dilengkapi dengan narasi kaitan pembebasan Sunda Kelapa dengan upaya pembebasan Malaka oleh Pateh Unus, karena itu merupakan rangkaian juga,” papar Sariat Arifia.

Diungkapkan, waktu itu Sunda Kelapa merupakan pelabuhan yang menakjubkan dan terpenting di antara pelabuhan lainnya karena menjadi tempat perdagangan terbesar dijalankan, di mana semua orang berdatangan dari Sumatera, Palembang, Laue, Tanjungpura (Tamjompura), Malaka, Makassar, Jawa, Madura, dan banyak lagi. Sunda Kelapa menjadi simpul perdagangan rempah-rempah dunia. Letak Pelabuhan Sunda Kelapa berada dua hari perjalanan dari pusat kekuasaan Pakuan Pajajaran, Kota Dayo, tempat sang raja tinggal. Karena itulah, pelabuhan ini dianggap sebagai yang terpenting.

Hal lain yang relevan diketahui dalam konteks HUT Jakarta adalah rentang waktu dan proses perjuangannya cukup Panjang. Perlu dipahami secara utuh, proses perjuangan dan pembentukan koalisi pembebas Jakarta memakan waktu cukup panjang.

Dimulai dari penyerangan Portugis ke Kerajaan Pasai, keberangkatan Fatahillah ke Tanah Suci, uapaya pembebasan Malaka dari kekuasaan Portugis oleh Pateh Unus, kedatangan Fatahillah ke Demak dan Cirebon yang dilanjutkan dengan pengalangan dukungan untuk membebaskan Sunda Kelapa.

Berdasarkan catatan sejarah, Fatahillah yang lahir dan dibesarkan di Pasai, melakukan hijrah ke Tanah Jawa untuk menggalang perlawanan yang berhasil mengalahkan Portugis di Sunda Kelapa.

Setelah berhasil membebaskan Sunda Kelapa, dia mengganti nama kota ini menjadi Jacarta (Ja-karta) yang berarti Kota Kemenangan. Ada perdebatan pendapat posisi Fatahillah atau Faletehan pasca terusirnya Portugis dari Sunda Kelapa. Ada yang menyebut dia menjadi Adipati di Ja-karta, ada pula yang menyebut dia kembali ke Demak dan ada yang menyebutnya ke Cirebon, bahkan ada kisah dia memilih ke Banten.

”Cerita lengkap Fatahillah sudah kami dalami dan akan kami ungkapkan dalam buku yang kami siapkan. Bukan hanya kemana Fatahillah pasca-kemenangan di Sunda Kelapa, namun Dimana dia wafat dan dimakamkan, sudah kami kaji dan dalami secara cermat. Tunggu pubikasi hasil penelitian kami,” tukasnya.

Lukmanul Hakim, anggota DPRD DKI Jakarta di Museum Fatahillah. Foto: dok

Kebersamaan 

Menanggapi hasil penelitian ini, Lukmanul Hakim, anggota DPRD DKI Jakarta mengusulkan agar setiap peringatan HUT Kota Jakarta mengundang daerah-daerah yang dulu ikut mendukung pembebasan Sunda Kelapa sebagai pengakuan adanya kebersamaan perjuangan.

“Mengundang daerah yang punya kontribusi historis, menurut saya, itu cakep. Keren kalau dilakukan,” kata politisi yang akrab disapa Bang Lukman ini.

Selain mengundang daerah yang punya kontribusi historis, dia juga mengusulkan agar Museum Fatahillah sebaiknya dikuatkan menjadi Museum Perjuangan Jakarta Fatahillah supaya kita tahu bahwa lahirnya Jakarta adalah hasil perjuangan daerah-daerah lain. ”Rangkaian prosesnya cukup panjang. Peristiwa yang dijadikan momentum HUT Jakarta bukan peristiwa yang berdiri sendiri, karenanya layak diperingati secara bersama karena faktanya itu adalah hasil perjuangan bersama warga Nusantara,” jelasnya. she

You Might Also Like

Yusril Pastikan Indonesia Tak Pernah Lakukan Perundingan dengan Israel
Silatnas FKUB, Panggung Kolaborasi Jaga Harmoni Sosial
Panen Raya, Bupati Eisti’anah Apresiasi Keberhasilan Petani Demak
Sambangi Perusahaan di Surabaya, Ganjar Diskusikan Produk Lokal Go Internasional
Truk Tronton Tabrak 4 Mobil dan 2 Motor, Dua Tewas dan Lima Orang Luka Berat
TAGGED:FatahillahHUT Kota JakartaHUT Kota Jakarta Merupakan Peringatan Kemenangan Koalisi NusantaraLukmanul HakimSariat Arifia
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?