By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Sekolah Jurnalistik Angkatan XXIV FH Unissula–PWI Jateng, Menyalakan Api Literasi di Tengah Badai Informasi
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
Pendidikan

Sekolah Jurnalistik Angkatan XXIV FH Unissula–PWI Jateng, Menyalakan Api Literasi di Tengah Badai Informasi

Last updated: 6 September 2025 18:36 18:36
Sunarto
Published: 6 September 2025 18:36
Share
Di balik ruang virtual tersaji gairah belajar yang menyala: Sekolah Jurnalistik Angkatan XXIV, kerja sama PWI Jawa Tengah dan FH Unissula, kembali digelar, Sabtu 6 September 2025.Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Sabtu (6/9/2025) pagi, layar-layar gawai para mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (FH Unissula) Semarang seakan menjadi jendela menuju samudra ilmu.

Di balik ruang virtual itu, tersaji gairah belajar yang menyala: Sekolah Jurnalistik Angkatan XXIV, kerja sama PWI Jawa Tengah dan FH Unissula, kembali digelar. Bukan sekadar pelatihan, tetapi sebuah ikhtiar menyalakan api literasi di tengah arus informasi yang kian deras.

Sebanyak 102 mahasiswa—baik reguler maupun peserta Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang sudah menapaki dunia kerja—tampak tekun menyimak. Dekan FH Unissula, Prof Dr Jawade Hafidz SH MH, membuka acara dengan nada optimistis.

“Kerja sama yang bertahan hingga angkatan ke-24 ini bukti bahwa sekolah jurnalistik memberikan dampak luar biasa. Ia bukan hanya membentuk keterampilan menulis, tetapi juga karakter mahasiswa menghadapi banjir informasi,” ujarnya.

Satu per satu pimpinan fakultas turut hadir secara virtual: Wakil Dekan I Dr Widayati SH MH, Wakil Dekan II Dr Denny Suwondo SH MH, Kaprodi S1 Dr Muhammad Ngazis SH MH, Sekprodi S1 Dr Ida Musofiana SH MH, dan Sekprodi S2 Dini Amalia Fitri SH MH.

Dari PWI Jateng, Ketua Amir Machmud NS memimpin tim pengajar, didampingi Sekretaris Setiawan Hendra Kelana, Ketua Badan UKW Widiyartono Radyan, Bendahara Achmad Zaenal Muttaqin, serta Budi Sutomo dari bidang advokasi hukum.

Amir Machmud NS, jurnalis sekaligus pengajar ilmu komunikasi, berbicara lantang menembus sekat layar.

“Sekolah jurnalistik ini relevan di tengah gempuran era kecerdasan buatan. Seni menulis tidak boleh mati. Di balik setiap kata ada nurani, ada tanggung jawab moral untuk menjaga akurasi, verifikasi, dan keseimbangan informasi,” tegasnya.

Suaranya bergetar, seolah mengingatkan bahwa di tengah derasnya algoritma dan mesin pintar, manusialah yang menentukan arah cerita.

Ia menekankan, teknologi informasi bergerak tanpa henti, namun nilai etika tidak bisa ditinggalkan.

“Penulis yang baik tidak hanya lahir dari ruang redaksi. Kampus pun bisa melahirkan generasi penulis beretika,” tambahnya, seraya mengucapkan terima kasih atas sinergi dengan FH Unissula.

Prof Jawade mengamini. “Kami ingin mahasiswa tidak sekadar pandai menulis, tetapi bijak memilah informasi. AI bisa menjadi pisau bermata dua: membantu, sekaligus berpotensi menyebarkan berita menyesatkan. Sekolah ini adalah benteng intelektual,” tegasnya.

Harapannya, ke depan, sekolah jurnalistik dapat merambah materi pers global sehingga mahasiswa berwawasan internasional.

Selama sesi berlangsung, suasana belajar terasa hidup. Setiawan Hendra Kelana mengupas tuntas UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik, mengurai dinamika media dan tanggung jawab moral wartawan.

Widiyartono menuntun mahasiswa menulis artikel ilmiah populer—dengan nama, berbasis kepentingan publik, diperkuat referensi, dan dibungkus bahasa komunikatif.

Achmad Zaenal Muttaqin mengajak peserta memahami konvergensi media, menyinggung petuah Bill Kovach tentang relevansi jurnalisme di tengah banjir informasi.

Sedangkan Budi Sutomo menuntun pada ranah legal opinion: bagaimana menyusun pendapat hukum yang kokoh analisis, argumentasi, dan rekomendasi.

Hari itu, di balik ruang daring, terasa denyut yang sama: kegigihan menjaga martabat tulisan. Sekolah Jurnalistik Angkatan XXIV bukan sekadar pelatihan singkat, melainkan pernyataan sikap bahwa literasi dan etika adalah lentera yang harus tetap menyala, bahkan di tengah badai informasi yang menguji nurani. St

You Might Also Like

Tandatangani MoU, Unissula dan KY Perkuat Riset dan Pengabdian
USM Gelar Monev Internal Siapkan Tim PKM Hadapi Penilaian Nasional
Pendaftaran Mahasiswa Baru di PTN akan Diawasi KPK untuk Cegah Korupsi
Sempurnakan Sistem Pergantian Antarwaktu DPR, Dosen Untag Purwanto Raih Doktor
Kuatkan Kerjasama, ITB Semarang Gandeng UNISBANK, STIE Pena dan PT Inata Bali
TAGGED:di Tengah Badai InformasiMenyalakan Api LiterasiSekolah Jurnalistik Angkatan XXIV FH Unissula–PWI Jateng
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?