Sekolah Vokasi Undip Mantapkan Langkah Menuju World Class Vocational School

5 Min Read
Dekan Sekolah Vokasi Undip, Prof Budiyono (dua dari kiri) menunjukkan perjanjian naskah kerjasama dengan beberapa pihak. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Di tengah semangat transformasi pendidikan vokasi, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV Undip) menggelar sebuah perhelatan penting yang menjadi titik tolak arah baru institusi, yakni Workshop Penyusunan Dokumen Renstra 2025–2029 pada tanggal 22 April 2025, bertempat di Hotel Horison Inn Antawirya, Tembalang, Semarang.

Kegiatan ini menghadirkan suasana yang dinamis dan kolaboratif, dihadiri oleh jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, mitra industri, asosiasi, instansi pemerintah, serta tim penjaminan mutu sekolah vokasi (TPMSV) menjadikan workshop ini menjadi panggung kolaboratif lintas sektor.

Dengan tema besar “Transformasi Sekolah Vokasi Menuju World Class Vocational School”, acara ini tidak hanya menjadi forum diskusi biasa, melainkan ruang kreatif tempat ide-ide masa depan pendidikan vokasi dibentuk dan dirancang.

Dekan Sekolah Vokasi Undip, Prof. Dr. Ir. Budiyono, M.Si., dalam kesempatan ini memaparkan mengenai visi, misi, dan strategi lima tahun ke depan.

Prof Budiyono menegaskan bahwa SV Undip sebagai pilihan utama, bukan alternatif. ”Lulusan mahasiswa Sekolah Vokasi diharapkan menjadi lulusan yang kompeten, berkarakter (profesional), berdaya saing global, serta arah pengembangan terbuka terhadap kerja sama, cepat beradaptasi terhadap perubahan, dan berorientasi pada pembaruan atau inovasi dalam segala aktivitasnya,” jelasnya.

Selain itu dia juga menekankan Nilai JUARA (Jujur, Unggul, Adil, Responsif, Adaptif) dalam Ekosistem Vokasi yang Kolaboratif, Inovatif, dan Profesional sebagai Pondasi transformasi vokasi. Beberapa strategi yang diusulkan meliputi kurikulum berbasis industri 4.0 dan 5.0, sertifikasi ganda nasional dan internasional, integrasi teknologi seperti AI dan VR dalam pembelajaran, hingga penguatan inkubator bisnis dan teaching factory

Workshop ini juga menghadirkan keynote speech dari Prof. Dr. Eng. Ir. Herman Saputro, M.T., Dekan Sekolah Vokasi UNS, yang memaparkan mengenai tantangan transformasi sekolah vokasi menuju World Class Vocational School serta Kaidah Umum Penyusunan Renstra yang mendorong pentingnya penguatan jejaring global, benchmarking vokasi, serta kolaborasi internasional sebagai bagian dari strategi percepatan menuju institusi berdaya saing global.

Sesi utama dalam workshop ini adalah diskusi kelompok strategis yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Peserta diskusi terdiri dari perwakilan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa dari himpunan program studi, Ketua BEM dan Ketua Senat Mahasiswa SV, alumi, mitra industri, asosiasi profesi, instansi pemerintah, serta Tim Penjaminan Mutu SV (TPMSV). Seluruh peserta terbagi ke dalam lima kelompok bidang, yaitu akademik dan kemahasiswaan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, komunikasi dan sistem informasi, serta kerja sama dan riset.

Setiap kelompok dipandu oleh moderator dari tim perumus Renstra dan didampingi oleh notulen dari kalangan dosen SV. Diskusi berjalan dinamis dan partisipatif, menghasilkan berbagai rekomendasi strategis berbasis kebutuhan nyata dan tantangan masa depan.

Penandatanganan PKS dan IA dengan Mitra Industri

Sebagai bagian dari komitmen terhadap implementasi Renstra, kegiatan ini juga dilakukan dengan penandatanganan kerja sama antara SV Undip dan mitra industri, dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementation Agreement (IA).

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilakukan antara Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro dengan mitra industri PT. Janata Marina Indah dan CV. Puri Sapta Consultant. Selain itu, dilakukan pula penandatanganan Implementation Arrangement (IA) dengan mitra industri dan asosiasi yakni DPC Indonesian National Shipowners’ Association (INSA Semarang), Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), PT. SERTIKOMLIS, PT Janata Marina Indah, INKINDO JATENG, PT. Wealthindo Putrapramesti Perkasa, Bappeda Jateng, KCV. Puri Sapta Consultant, KADIN Jateng.

Penandatangan PKS dan IA ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi strategis di bidang pendidikan, pelatihan, serta pengembangan SDM vokasional. Ini sekaligus menjadi wujud komitmen bersama dalam mendukung implementasi Renstra 2025–2029, khususnya dalam penguatan kerja sama industri, perluasan program magang, dan peningkatan kualitas penelitian terapan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Dalam sesi penutup, Ketua Tim Renstra, Dr. Nurul Imani Kurniawati, S.E., M.M., memaparkan hasil diskusi dari lima kelompok bidang yang meliputi Akademik Dan Kemahasiswaan, Sumber Daya Manusia, Sarana dan Prasarana, Komunikasi dan Sistem Informasi, serta Kerja Sama dan Riset. Rekomendasi strategis dari setiap bidang menunjukkan kesatuan visi dalam membangun SV Undip sebagai pusat unggulan vokasi yang terhubung secara global, adaptif terhadap perubahan, serta responsif terhadap kebutuhan industri.

Workshop ini ditutup dengan semangat baru dan harapan besar yakni menjadikan SV Undip bukan sekadar kampus vokasi, tetapi juga sebagai katalisator pendidikan terapan Indonesia yang unggul dan mendunia. she

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.