Siapkan Stok BBM Hadapi Libur Panjang Akhir Januari 2025, Pertamina Catat Puncak Nataru 2024 Konsumsi Gasoline Naik 13,4 Persen

Area Manager Communication, Relations & Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa Tengah PT Pertamina Patra Niaga Taufiq Kurniawan
SEMARANG (Jatengdaily.com) – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) tengah mempersiapkan stok BBM menghadapi long weekend pada 25-29 Januari mendatang. Namun belum bisa menyampaikan besaran tambahan BBM untuk menghadapi liburan long weekend tersebut.
”Pertamina Patra Niaga pasti akan menyiapkan stok tambahan di luar stok normal untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat. Penambahan stok BBM juga akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah. Termasuk jika ada kepala daerah yang meminta untuk peningkatan stok, maka akan menjadi perhatian Pertamina Patra Niaga,” jelas Area Manager Communication, Relations & Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa Tengah PT Pertamina Patra Niaga Taufiq Kurniawan di Semarang, Kamis (16/1).
Dia menambahkan, setelah selesai Satgas Natal 2024 dan Tahun baru 2025, Pertamina Patra Niaga juga akan segera menyiapkan momentum menghadapi momentum Puasa Ramadan dan Idul Fitri 2025 mendatang.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) juga mencatat adanya puncak kenaikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di Jawa Tengah pada libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 terjadi pada tanggal 24 Desember 2024. “Puncak arus mudik pada libur Natal dan tahun baru terjadi pada 24 Desember 2024,” katanya.
Taufiq menyebutkan konsumsi gasolin (Pertalite, Pertamax Series) pada tanggal 24 Desember naik 13,4 persen dibandingkan pada kondisi normal 15.278 KL dan kembali mengalami kenaikan pada 29 Desember 2024, yang mencapai 14.400 KL atau naik 7,3 persen.
“SPBU di Rest Area KM 429A tol Semarang-Solo menjadi paling laris penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mencapai 58 KL untuk gasoline dan gasoil (Biosolar, Dex Series) mencapai 56 KL per hari,” katanya.
Untuk tangki modular terlaris, lanjut Taufiq, yakni yang ada di rest area yang tidak ada SPBU-nya tepatnya di KM 252A dengan volume penjualan 958 liter Pertamax per hari. Kalau konsumsi Dex tertinggi ada di Rest Area KM 456A Salatiga, dengan rerata 409 liter per hari.
Taufiq menambahkan untuk konsumsi elpiji rumah tangga terjadi kenaikan pada 23 Desember 2024 kemarin mencapai 4.700 metrik ton atau 1,7 persen dibandingkan konsumsi harian normal.
“Kalau untuk konsumsi Avtur itu naik 28,4 persen. Artinya, frekuensi penerbangan yang ada di Bandara Ahmad Yani sama di Adi Soemarmo serta YIA itu ada kenaikan,” katanya.
Terkait konsumsi BBM jenis Gasoil (Biosolar, Dex Series) selama periode yang sama, lanjut Taufiq, mengalami penurunan sebesar 13,1 persen atau menurun dari rerata normal 7,4 ribu KL menjadi 6,5 ribu KL karena adanya larangan kendaraan besar muat logistik yang melintas pada arus mudik.
“H-1 (larangan pengiriman logistik) tanggal 21 Desember konsumsi gasoil naik 4,5 persen dan turun 13 persen dari rerata normal karena berlakunya larangan pengiriman logistik pada Natal dan tahun baru,” kata Taufiq. St