By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: SIG Pimpin Kolaborasi Inovasi Konstruksi untuk Masa Depan yang Lebih Hijau
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

SIG Pimpin Kolaborasi Inovasi Konstruksi untuk Masa Depan yang Lebih Hijau

Last updated: 22 Oktober 2025 20:12 20:12
Jatengdaily.com
Published: 22 Oktober 2025 20:11
Share
Proses pengaplikasian beton porous yang diproduksi dengan semen hijau SIG di kawasan wisata Jembatan Kaca Seruni Point di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Foto:dok
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com)  — Di tengah bayang-bayang krisis iklim global, Indonesia tak tinggal diam. Suara perubahan kini menggema dari dunia konstruksi — sektor yang selama ini dikenal sebagai salah satu penyumbang emisi terbesar. Tapi kini, ada arus baru yang bergerak. Sebuah semangat kolektif untuk membangun negeri tanpa merusak bumi.

Contents
Konstruksi Tidak Bisa Lagi Dibangun Seperti BiasaKolaborasi: Kunci Menuju Masa DepanUntuk Generasi yang Akan Datang

Adalah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), BUMN produsen semen terbesar di tanah air, yang kini mengambil langkah nyata dalam upaya transformasi ini. Melalui perannya sebagai koordinator di Indonesia Infrastructure Research and Innovation Institute (I2RI), SIG menunjukkan bahwa konstruksi bukan hanya soal kekuatan struktur, tapi juga tentang keberlanjutan, inovasi, dan tanggung jawab terhadap masa depan.

“I2RI hadir bukan sekadar sebagai forum riset, tetapi sebagai jembatan menuju peradaban konstruksi yang lebih beretika dan berkelanjutan,” ujar Reni Wulandari, Direktur Operasi SIG sekaligus Chairwoman of Steering Committee I2RI, dalam pernyataan resminya.

Konstruksi Tidak Bisa Lagi Dibangun Seperti Biasa

Di era ketika banjir, gelombang panas, dan longsor menjadi kenyataan sehari-hari, pembangunan tidak bisa lagi dijalankan dengan pendekatan lama. Dunia berubah — dan begitu juga dengan Indonesia.

I2RI, yang dibentuk sejak 15 Juni 2021, menjadi panggung bagi kolaborasi sembilan BUMN dari klaster infrastruktur. Pada September 2025, para pemimpinnya kembali menandatangani Nota Kesepahaman tentang keberlanjutan I2RI — sebuah deklarasi bahwa mereka tidak mundur dari perjuangan menciptakan solusi nyata melalui riset terapan dan inovasi.

SIG, lewat kepemimpinannya, mendorong pengembangan semen rendah karbon untuk proyek-proyek strategis nasional, sebagai bagian dari kontribusi dalam agenda dekarbonisasi nasional. Namun, kontribusi ini tak berhenti pada produk, melainkan menyentuh sistem dan ekosistem inovasi secara menyeluruh.

Proses pengaplikasian beton porous yang diproduksi dengan semen hijau SIG di kawasan wisata Jembatan Kaca Seruni Point di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Foto:dok

“I2RI diharapkan menjadi kekuatan pendorong untuk teknologi konstruksi masa depan — lebih hijau, lebih cerdas, lebih manusiawi,” kata Reni penuh keyakinan.

Kolaborasi: Kunci Menuju Masa Depan

Dalam spirit gotong royong, BUMN-BUMN di bawah naungan I2RI melakukan riset bersama tentang material bangunan ramah lingkungan, efisiensi proses konstruksi, dan digitalisasi sektor infrastruktur. Tak hanya berhenti di level industri, I2RI merangkul akademisi, praktisi, asosiasi, dan pemerintah untuk saling berbagi wawasan dan strategi.

“Infrastruktur tak lagi cukup kuat dan megah. Ia harus bijak dan berkelanjutan,” lanjut Reni. Ia menekankan pentingnya menciptakan ekosistem riset yang tidak hanya menghasilkan teknologi canggih, tetapi juga memberikan solusi konkret yang andal secara teknis dan ekonomis.

Di balik kerja-kerja teknis dan riset mendalam, ada harapan yang tumbuh: bahwa Indonesia bisa membangun jalan, jembatan, gedung, dan fasilitas publik lainnya tanpa harus merusak lingkungan. Bahwa inovasi bukan milik generasi berikutnya saja, tetapi bisa dimulai hari ini.

Untuk Generasi yang Akan Datang

SIG dan I2RI bukan sekadar merancang beton yang kuat atau struktur yang tinggi. Mereka sedang menulis ulang narasi pembangunan di negeri ini: dari sekadar mengejar kecepatan, menjadi mengejar keberlanjutan. Dari membangun untuk hari ini, menjadi membangun untuk seratus tahun ke depan.

Langkah mereka bisa jadi pelan. Tapi pasti. Dan yang lebih penting, langkah ini bukan hanya untuk bisnis — tapi untuk bumi, untuk manusia, dan untuk masa depan Indonesia yang lestari. St

You Might Also Like

Polisi: Pacar Tamara Tyasmara Tenggelamkan Dante di Depan Anak Kandungnya
MUI Jateng Usulkan Gelar “Bapak Ekonomi Syariah Indonesia” untuk KH Ma’ruf Amin
Begini Skema Pemberian Bantuan Masyarakat Terdampak Pandemi COVID-19
Bawaslu Kota Semarang Koordinasi Pelaksanaan Pilkada di Lapas Semarang
Stasiun Semarang Tawang dan Poncol Ikon Sejarah Perkeretaapian di Jateng
TAGGED:Konstruksi untuk Masa Depan yang Lebih HijauSIG Pimpin Kolaborasi Inovasi
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?