Soal Pemberian Makan Bergizi Gratis, Demak Menunggu Instruksi

Meski belum ada program MBG, pelajar SD di Demak tetap semangat mengikuti kegiatan pembelajaran luar kelas (outing class). Foto : sari jati
DEMAK (Jatengdaily.com) – Program pemberian makanan bergizi gratis (MBG) bagi pelajar secara resmi dimulai Senin (06/01/2025) ini. Namun belum semua kabupaten/kota di Indonesia melaksanakan program baru Presiden Prabowo Subianto dalam rangka mewujudkan generasi Indonesia emas 2045 itu.
Termasuk di antara daerah yang belum melaksanakan program MBG itu adalah Kabupaten Demak. Meski pendataan jumlah siswa bakal penerima manfaat telah dilakukan personel Babinsa Kodim 0716/Demak di sekolah-sekolah.
Sekda Kabupaten Demak H Akhmad Sugiharto ST MT menyampaikan, sejauh ini program MBG belum dilaksanakan di Demak. Sebab belum ada pula instruksi dari pusat.
“Demak belum ada (program MBG) karena menunggu (petunjuk) pusat nanti,” ujarnya, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Walau demikian, secara umum Pemkab Demak disebutkan siap mensukseskan salah satu program penanggulangan stunting tersebut. Hanya saja, tinggal menunggu petunjuk teknis pelaksanaannya.
Hal sama diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak H Haris Wahyudi Ridwan AP MSi. Menurutnya, program yang melibatkan Badan Gizi Nasional (BGN) dan TNI itu secara nasional memang telah dimulai per tanggal 6 Januari 2025. Namun pada tahap perdana, hanya pada kabupaten/kota yang ditunjuk.
Di sisi lain, Dandim 0716/Demak Letkol Kav Maryoto menjelaskan, dalam rangka mengamankan program RI 1 tersebut, pihaknya telah mengintruksikan jajaran Babinsa untuk melakukan pendataan jumlah siswa calon penerima atau sasaran MBG. Tentunya dengan dibantu pihak sekolah.
“Selain data siswa, banyak komponen harus disiapkan untuk pelaksanaan program MBG. Salah satunya pembangunan dapur sehat atau Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG). Di Kabupaten Demak belum siap. Maka itu belum dilaksanakan,” jelasnya.
Sementara itu Kepala SD Negeri Bintoro 5 Demak H Kingkin Purwoko menuturkan, pihaknya bersyukur adanya program pemerintah yang mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak. Bahkan dia berharap MBG segera terealisasi dan berkelanjutan.
“Supaya di suatu masa nanti anak-anak di Indonesia menjadi semakin cerdas dengan makanan bergizi,” ungkapnya.
Terlebih seiring adanya MBG, diyakini akan berlanjut di lingkungan tempat tinggal siswa. Sebab anak-anak pastinya akan bercerita ke orang tua masing-masing, tentang menu bergizi seimbang. Yang sering kali tidak selalu diolah dari bahan pangan mahal. rie-she