By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Stabilkan Harga Kepokmas, Banyumas Gelar Gerakan Pangan Murah
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Stabilkan Harga Kepokmas, Banyumas Gelar Gerakan Pangan Murah

Jatengdaily.com
Published: 17 Januari 2025 09:57
Share
Gerakan Pangan Murah. Foto: humas Banyumas
SHARE

BANYUMAS (Jatengdaily.com)– Sejumlah barang kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) dijual dengan harga relatif murah, pada acara Gerakan Pangan Murah (GPM), di Halaman Kelurahan Purwokerto Kidul Kecamatan Purwokerto Selatan.

GPM tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan KP) bekerja sama dengan Bulog, Badan Pangan Nasional, dan Bank Indonesia Purwokerto, yang tergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Banyumas.

Pelaksana harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Banyumas, Junaedi, menuturkan Gerakan Pangan Murah, yang pertama kali dilakukan tahun ini, bertujuan untuk menstabilkan pasokan dan harga pangan. “Agar harga kebutuhan pokok bagi masyarakat bisa terpenuhi dan terkendali,” ucapnya

Lebih lanjut, tingkat inflasi Banyumas per-Desember tahun 2024 sebesar 1,51. Angka tersebut sesuai dengan harapan pemerintah. “Ini artinya harga-harga di Kabupaten Banyumas sangat terkendali. Namun, ada beberapa jenis komoditas yang memang mengalami kenaikan,” ucapnya

Plh Sekda Junaedi menyebut, beberapa kepokmas yang dijual adalah cabai seharga Rp80 ribu. “Di sini harganya memang harga distributor, sehingga sangat membantu meringankan beban masyarakat,” tuturnya dilansir dari laman humas prov Jateng.

Ditambahkan, GPM direncanakan akan diselenggarakan minimal 12 kali, sesuai dengan kondisi harga kebutuhan masyarakat di pasaran.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Christoveny, merinci beberapa komoditas penyumbang inflasi di Purwokerto pada Desember 2024, antara lain cabai rawit merah, cabai merah besar, telur ayam ras, dan minyak goreng. Menurutnya terjadinya gejolak kenaikan harga komoditas pangan, khususnya cabai, dipengaruhi pasokannya terbatas akibat cuaca ekstrem dan belum datangnya masa panen.

Cristoveny menambahkan, dalam kegiatan tersebut, masyarakat bisa membeli cabai merah besar dengan harga Rp13.000 per 250 gram dan cabai rawit merah dengan harga Rp8.000 per ons.

“Kedua komoditas tersebut dapat dijual dengan harga murah karena TPID Kabupaten Banyumas memberikan fasilitas bantuan distribusi, yakni dengan menanggung ongkos angkut. Jadi, setidaknya mengurangi harga yang terlalu tinggi, yang mencapai Rp100 ribu per kilogram (untuk cabai rawit merah), sehingga kita bisa jual Rp80 ribu per kilogram karena ongkos angkutnya kita tanggung,” tambah Christoveny. she

You Might Also Like

MK Tolak Gugatan Batas Usia Capres dan Cawapres 70 Tahun
Pria di Semarang Ngaku Ketua PP Arogan dengan Pengendara Lain Ternyata Hanya Simpatisan Ormas
Bus Mira Sasak Empat Rumah di Klaten
Wagub Apresiasi Perayaan Idul Fitri dan Peringatan Kenaikan Isa Al-Masih Berjalan Damai
Banyak Berlubang, Jalan Nasional Batang – Gringsing Diperbaiki
TAGGED:Banyumas Gelar Gerakan Pangan MurahStabilkan Harga Kepokmas
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?