By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Tekan Pengangguran, Keselarasan Kurikulum SMK dengan Dunia Usaha Dioptimalkan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
Pendidikan

Tekan Pengangguran, Keselarasan Kurikulum SMK dengan Dunia Usaha Dioptimalkan

Last updated: 27 Februari 2025 05:35 05:35
Jatengdaily.com
Published: 27 Februari 2025 09:00
Share
Ilustrasi. Foto: Pixabay.com
SHARE

MAGELANG (Jatengdaily.com) – Keselarasan kurikulum di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) perlu terus dilakukan, sebagai upaya untuk menekan tingkat pengangguran.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, seusai mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Ma’arif, Kota Magelang, Rabu (26/2/2025).

Menurut pria yang akrab disapa Gus Yasin ini, keselarasan itu harus benar-benar dioptimalkan, agar setiap lulusan SMK dapat sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. “Untuk mengatasi pengangguran, (sekolah) akan kita match-kan dengan DUDI,” kata Taj Yasin.

Ditambahkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) Jawa Tengah menunjukkan tren menurun dalam beberapa tahun terakhir. Tercatat, pada 2021 angka pengangguran berada pada 5,95 persen, kemudian pada 2022 turun menjadi 5,57 persen, dan 2023 berkurang menjadi 5,13 persen. Sedangkan pada Agustus 2024 turun menjadi 4,78 persen.

Penurunan angka pengangguran tersebut tidak lepas dari program-program yang dibuat oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Salah satunya, link and match SMK dengan dunia usaha dan industri.

Selain itu, Pemprov Jateng secara berkelanjutan memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat, baik melalui Balai Latihan Kerja (BLK), maupun menggandeng perusahaan atau pihak swasta. Pelatihan itu untuk memberikan bekal keterampilan, sehingga masyarakat bisa mendapatkan pekerjaan.

“Pemerintah akan memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat. Kemarin dari Baznas Jateng juga memberikan pelatihan kepada para santri, untuk mendapatkan keterampilan,” ujarnya dilansir dari laman humas prov Jateng. she

You Might Also Like

USM Perluas Jejaring Global, Buka Peluang Studi Lanjut ke Taiwan Bersama National United University
USM Mewisuda 1.556 Mahasiswa, 15 Wisudawan Raih Predikat Lulusan Terbaik
USM Raih Tiga Emas di Dinus Cup Jateng dan DIY
Mahasiswa Asing Belajar Keberagaman Budaya di FAI Unissula
Temukan Model Deradikalisme Mantan Napi Terorisme, Kalapas Warungkiara Jabar Raih Doktor di Untag Semarang
TAGGED:Keselarasan Kurikulum SMKTekan Pengangguran
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?