By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Teknologi Augmented Reality Hadir di Ruang Kelas: Untag Semarang Dorong Transformasi Gaya Belajar Generasi Alfa
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Teknologi Augmented Reality Hadir di Ruang Kelas: Untag Semarang Dorong Transformasi Gaya Belajar Generasi Alfa

Last updated: 20 Oktober 2025 08:21 08:21
Jatengdaily.com
Published: 19 Oktober 2025 08:17
Share
Layar ponsel dan tablet berubah menjadi jendela menuju dunia baru yang penuh warna, di mana gambar tiga dimensi, animasi, dan suara berpadu menghadirkan pengalaman belajar yang hidup dan interaktif. Itulah wujud nyata penerapan teknologi Augmented Reality (AR). Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)  — Suasana belajar di ruang kelas kini tak lagi monoton. Layar ponsel dan tablet berubah menjadi jendela menuju dunia baru yang penuh warna, di mana gambar tiga dimensi, animasi, dan suara berpadu menghadirkan pengalaman belajar yang hidup dan interaktif. Itulah wujud nyata penerapan teknologi Augmented Reality (AR) — inovasi yang kini semakin banyak digunakan di sekolah-sekolah sebagai alat bantu belajar yang menarik dan menyenangkan.

Teknologi AR sendiri memadukan dunia nyata dengan elemen digital. Melalui perangkat seperti ponsel, tablet, atau kacamata AR, siswa dapat melihat objek pelajaran “muncul” di hadapan mereka, menjadikan konsep-konsep abstrak terasa nyata dan mudah dipahami.

Di tengah laju pesat kemajuan teknologi, Generasi Alfa — anak-anak yang lahir setelah tahun 2010 — tumbuh di lingkungan yang serba digital. Mereka akrab dengan video interaktif, aplikasi pintar, dan media visual yang menantang imajinasi. Karena itu, penggunaan AR dalam pembelajaran menjadi jawaban tepat bagi gaya belajar mereka yang visual, aktif, dan eksploratif.

“Teknologi AR mengubah cara belajar dari sekadar mendengar dan mencatat menjadi melihat, mencoba, dan berinteraksi. Siswa tidak lagi menjadi pendengar pasif, tetapi peserta aktif dalam proses belajar,” ungkap Teodora M.F.B. Da Silva, S.T., M.T, ketua tim pengabdian dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang.

Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diselenggarakan di SMP Stella Matutina Salatiga, tim dosen UNTAG Semarang — terdiri dari Teodora M.F.B. Da Silva, S.T., M.T, Atika Mutiarchim, S.Kom., M.Kom, dan Fatma Puji Lestari, S.T.P., M.T. — memperkenalkan langsung teknologi AR kepada siswa-siswi kelas VII.

Program ini tidak sekadar memperlihatkan teknologi, tetapi juga mengubah cara siswa belajar dan berpikir. Melalui aplikasi berbasis AR, pelajaran sains, biologi, hingga lingkungan hidup disajikan dengan visual tiga dimensi yang dapat disentuh dan diputar. Siswa dapat “melihat” proses fotosintesis, memahami struktur sel, hingga mengenal manfaat eco enzyme secara langsung melalui tampilan interaktif di layar perangkat mereka.

Dampaknya terasa nyata. Siswa menjadi lebih fokus, lebih termotivasi, dan lebih berani mengeksplorasi ide. Guru pun mendapatkan cara baru untuk mengajar dengan lebih kreatif, tanpa kehilangan esensi dari nilai-nilai pendidikan.

“Melalui penerapan AR, anak-anak tidak hanya belajar isi pelajaran, tetapi juga belajar cara menggunakan teknologi secara positif dan bermanfaat,” jelas Teodora.

Selain menumbuhkan semangat belajar, teknologi ini juga mendorong penguasaan literasi digital sejak dini — kemampuan yang sangat penting bagi generasi masa depan di era serba digital.

Program pengabdian ini mendapat dukungan penuh dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, melalui hibah pendanaan sebesar Rp 45.000.000,00.

“Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah melalui pendanaan ini. Program ini menjadi jembatan antara perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan modern,” tambahnya.

Dengan diterapkannya Augmented Reality di bidang pendidikan, diharapkan guru, siswa, dan orang tua dapat bersama-sama merasakan transformasi nyata dalam proses belajar mengajar. AR bukan sekadar alat bantu, tetapi simbol perubahan — dari ruang kelas yang statis menjadi ruang pembelajaran yang hidup, dinamis, dan relevan dengan zaman.

Melalui langkah inovatif ini, Untag Semarang kembali membuktikan komitmennya dalam melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian masyarakat. Sebuah upaya nyata membentuk generasi pembelajar yang cerdas, adaptif, dan siap menghadapi masa depan yang serba digital. St

You Might Also Like

Maksimalkan Pelayanan Sentra Vaksin Unissula Dibuka Dua Bulan
Berharap Masalah Perizinan Bisa Cepat dan Tuntas, Komisi A Perkuat Data ke DPPM DIY
Perguruan Tinggi Didorong Beri Pengakuan SKS bagi Peserta MBKM
Presiden Jokowi Hadiri Zikir dan Doa Kebangsaan 77 Tahun Indonesia Merdeka
Ganjar Perintahkan Gerak Cepat Evakuasi Penggali Emas Banyumas
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?