UNGARAN (Jatengdaily.com) – Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti kunjungan rombongan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) PWI Provinsi Lampung dan IKWI PWI Jawa Tengah ke Agrowisata PT Industri Jamu dan Farmasi SidoMuncul Tbk, Bergas, Kabupaten Semarang, Rabu (26/11/2025). Sejak menapakkan kaki di area perusahaan jamu ternama itu, kekaguman langsung terlihat dari raut wajah para peserta.
Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian silaturahmi IKWI Lampung ke IKWI Jateng. Ketua IKWI Lampung, Yeni Puspasari Wirahadikusumah, sejak awal memang mengagendakan eduwisata ke SidoMuncul—perusahaan yang berdiri di atas lahan 38 hektare dan mempekerjakan lebih dari 3.500 karyawan. Gayung bersambut, IKWI Jateng yang dipimpin Ummi Munawaroh serta calon ketua IKWI, Umy Rokha Fifa, menyambut antusias dan sepakat melakukan one day trip bersama.
Menyusuri Dapur Produksi Jamu
Selama hampir dua jam, rombongan diajak berkeliling area produksi oleh tim humas dan manajer produksi SidoMuncul. Mulai dari gudang penyimpanan bahan baku—seperti adas, pala, hingga rempah-rempah lain—hingga proses pengemasan primer, sekunder, dan tersier.
Yang membuat para ibu terkesan, SidoMuncul ternyata tetap mempertahankan beberapa teknologi konvensional. Pada tahap pengemasan sekunder dan tersier, misalnya, perusahaan masih mengandalkan ketelitian tangan-tangan terampil para pekerja, bukan sepenuhnya mesin otomatis. “Kami tak menyangka perusahaan sebesar ini tetap memberi ruang bagi proses manual. Rasanya lebih humanis dan memberdayakan,” ujar salah satu peserta.
Agrowisata: Belajar, Bertanya, dan Berbelanja
Kunjungan berlanjut ke kawasan agrowisata yang tertata asri, lengkap dengan telaga, ratusan satwa, dan sekitar 400 koleksi tanaman. Di sini, rombongan menikmati sesi pemutaran company profile, tanya jawab, hingga kesempatan berbelanja produk SidoMuncul.
Berbagai pertanyaan kritis muncul, mulai dari penggunaan alat konvensional di era Industri 4.0, produk unggulan perusahaan, hingga isu penggunaan bahan pengawet. Semua dijawab dengan lugas oleh tim perusahaan.
“Kami sungguh puas. Rasa penasaran kami terjawab, dan kami pulang dengan ilmu baru. Terima kasih atas keramahan, dukungan, dan fasilitas yang luar biasa,” ujar Yeni Puspasari.
Vita, anggota IKWI Lampung lain, juga menyampaikan kekaguman atas komitmen SidoMuncul memberdayakan masyarakat sekitar. “Masih ada mesin manual di sini, itu artinya perusahaan tetap menjaga peluang kerja bagi warga.”
Umy Rokha Fifa dari IKWI Jateng pun mengaku mendapat gambaran jelas tentang standar tinggi perusahaan dalam menjaga sterilisasi produk, inovasi, dan kontribusi ekonomi lokal.

Cerita dari SidoMuncul
Dua perwakilan humas SidoMuncul, Maria dan Mely, turut mengapresiasi kunjungan IKWI Lampung dan Jateng. Mereka menjelaskan bahwa inovasi menjadi kunci perusahaan bertahan dan berkembang.
“Kami terus berinovasi. Mesin-mesin canggih, sebagian berasal dari Jerman dan India, menjadi bagian dari proses kami. Saat ini ada 300 jenis produk yang telah menembus 35 negara,” ujar Maria. “Tiga negara yang paling besar menyerap produk kami adalah Malaysia, Filipina, dan Nigeria.”
Kunjungan hari itu pun ditutup dengan senyum puas para peserta—membawa pulang pengalaman baru tentang dunia jamu modern, kearifan lokal, dan komitmen perusahaan besar yang tetap menjaga sentuhan manusia. Sunarto
0



