By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Tim PkM USM Beri Edukasi Digital ke Pelaku UMKM Srikandi Cipta Bahari Semarang
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
Pendidikan

Tim PkM USM Beri Edukasi Digital ke Pelaku UMKM Srikandi Cipta Bahari Semarang

Last updated: 20 Oktober 2025 09:38 09:38
Jatengdaily.com
Published: 20 Oktober 2025 09:36
Share
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Semarang (PkM USM) memberikan Edukasi Digital tentang penggunaan bahan pengawet pada produk makanan UMKM Srikandi Cipta Bahari Semarang di Balai UMKM Srikandi Cipta Bahari RW 15 Tambak Lorok Semarang Utara pada 15 Oktober 2025.

Tim PkM USM terdiri atas Ketua Dr. Aria Hendrawan, S.T., M.Kom, Prof. Dr. Ir. Sri Budi Wahjuningsih, M.P, Dr. Mita Nurul Azkia, S.TP.,M.Sc, Vensy Vydia, S.Kom.,M.Kom.

Aria mengatakan, UMKM di Kota Semarang mendominasi sektor kuliner dengan menghasilkan berbagai produk pangan, baik makanan kering seperti keripik, rempah kering, dan ikan asap, maupun makanan basah seperti bakso, nugget, dan olahan daging.

Permasalahan utama yang dihadapi UMKM adalah rendahnya literasi mengenai penggunaan bahan pengawet sesuai dosis aman dan penerapan Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB).

Sebagian besar pelaku UMKM masih menggunakan bahan pengawet kimia sintetis tanpa memperhatikan ketentuan regulasi BPOM dan Codex Alimentarius, sehingga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan dan menurunkan mutu produk.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Semarang (PkM USM) memberikan Edukasi Digital tentang penggunaan bahan pengawet pada produk makanan UMKM Srikandi Cipta Bahari Semarang di Balai UMKM Srikandi Cipta Bahari RW 15 Tambak Lorok Semarang Utara pada 15 Oktober 2025. Foto:dok

”Di sisi lain, praktik higiene dan keamanan pangan belum sepenuhnya diterapkan, sehingga menghambat peluang produk UMKM untuk menembus pasar modern,” katanya.

Menurutnya, kegiatan PkM pada UMKM Srikandi Cipta Bahari melalui edukasi digital berbasis e-learning dengan fokus pada penggunaan bahan pengawet sesuai standar keamanan pangan dan penerapan CPPB.

Metode pelaksanaan kegiatan berupa survei kebutuhan, penyusunan modul digital, pengembangan platform google sites, pelatihan, pendampingan, evaluasi.

”Platform pembelajaran digital akan disusun dalam bentuk modul, video tutorial, dan panduan praktis yang mudah diakses oleh pelaku UMKM,” ujarnya.

Materi utama, katanya, meliputi pengetahuan tentang jenis dan penggunaan bahan pengawet sesuai batas aman, penerapan prinsip CPPB dan praktik higiene pangan dalam pengolahan produk makanan kering dan basah serta pemenuhan regulasi keamanan pangan (SNI, BPOM, Halal).

”Luaran kegiatan platform google sites, modul digital & video tutorial, publikasi artikel di jurnal pengabdian, publikasi media online, pendaftaran HKI (modul/poster), Video kegiatan di YouTube, serta peningkatan literasi digital dan keamanan pangan UMKM,” jelasnya.

Dia menambahkan, program PkM tersebut dirancang untuk memberikan edukasi digital yang komprehensif kepada UMKM Srikandi Cipta Bahari di Semarang.

Program itu berfokus pada dua aspek utama, yaitu pengetahuan tentang jenis dan penggunaan bahan pengawet sesuai dosis dan regulasi, serta penerapan Cara Produksi Pangan yang Baik dan praktik higiene pangan.

”Kegiatan ini membekali keterampilan praktis melalui video tutorial pengolahan makanan kering, misalnya keripik, rempah kering, ikan asap dan makanan basah seperti bakso, nugget. Selain itu juga menyediakan panduan sederhana mengenai keamanan pangan berdasarkan regulasi resmi (SNI, BPOM, dan/atau sertifikasi Halal) dan meningkatkan literasi digital UMKM melalui penggunaan platform e-learning sederhana,” ungkapnya.

Program tersebut, lanjutnya, relevan dengan kebutuhan mitra, karena fokusnya tidak hanya pada aspek teknis pengolahan makanan, tetapi juga pada penguatan kapasitas digital.

Dengan demikian, diharapkan UMKM kuliner di Semarang mampu menghasilkan produk yang aman, sehat, memiliki daya simpan lebih lama, serta memenuhi standar pasar modern. St

You Might Also Like

Fisabilainy Ikza, Mahasiswa Akuntansi USM Juara 1 Olimpiade Sains Bahasa Arab
Untag Gelar Webinar, Kupas Kepantasan Koruptor dapat Remisi
Rayakan Dies ke-36, FSM Undip Makin Kuatkan Hasil Inovasi untuk Masyarakat
Kuatkan Internasionalisasi, Fakultas Hukum Unissula Buka Kelas Internasional Tahun Ini
Tim PkM USM Beri Pelatihan Pengembangan Jiwa Wirausaha di Kelurahan Kaligawe
TAGGED:Beri Edukasi Digitalke Pelaku UMKM Srikandi Cipta Bahari SemarangTim PkM USM
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?