Tim PkM USM Dorong Siswa SMK N 1 Bawen Kembangkan Inovasi Olahan Nata dari Bahan Lokal

3 Min Read
Tim yang dipimpin oleh Erwin Nofiyanto, S.Pd., M.Si., bersama Prof. Dr. Ir. Haslina, M.Si., dan Aldila Sagitaning Putri, S.Si., M.Sc. foto bersama siswa. Foto:dok

BAWEN (Jatengdaily.com) – Suasana ruang praktik Tata Boga dan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) SMK Negeri 1 Bawen, Kabupaten Semarang, mendadak ramai oleh semangat para siswa pada Selasa (22/10/2025).

Mereka tampak antusias mengikuti penyuluhan pembuatan nata dan diversifikasi produk olahannya yang digelar oleh tim dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Semarang (USM).

Tim yang dipimpin oleh Erwin Nofiyanto, S.Pd., M.Si., bersama Prof. Dr. Ir. Haslina, M.Si., dan Aldila Sagitaning Putri, S.Si., M.Sc., hadir untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan praktis dalam pengolahan pangan berbasis fermentasi.

Tim yang dipimpin oleh Erwin Nofiyanto, S.Pd., M.Si., bersama Prof. Dr. Ir. Haslina, M.Si., dan Aldila Sagitaning Putri, S.Si., M.Sc. foto bersama siswa. Foto:dok

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USM.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali siswa tidak hanya secara teoritis, tetapi juga secara praktis dalam membuat dan mengembangkan produk nata yang bernilai ekonomi,” ujar Erwin.

Dalam pemaparannya, Erwin menjelaskan prinsip dasar fermentasi dan peran bakteri Acetobacter xylinum dalam pembentukan nata. Sementara itu, Prof. Haslina menyoroti aspek gizi dan keamanan pangan, menekankan pentingnya menjaga higienitas selama proses produksi.

Materi ditutup oleh Aldila yang memantik inspirasi dengan ide-ide diversifikasi produk seperti puding nata, dessert box, dan minuman nata — peluang usaha kreatif yang bisa dikembangkan siswa.

Tak sekadar teori, kegiatan berlangsung interaktif lewat sesi praktik langsung. Para siswa tampak bersemangat mencoba membuat nata de coco dari air kelapa lokal. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta setelah mengikuti pelatihan.

Erwin berharap pelatihan ini dapat menumbuhkan kompetensi dan semangat kewirausahaan di kalangan siswa.
“Potensi bahan baku lokal di Kabupaten Semarang sangat besar. Melalui pelatihan ini, kami ingin mendorong siswa agar mampu mengolahnya menjadi produk bernilai tambah dan layak jual,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen USM dalam mendukung pendidikan vokasi dan pemberdayaan masyarakat melalui inovasi teknologi pangan berbasis lokal.

Kepala Program Keahlian APHP SMK N 1 Bawen, Irvan Anas, S.TP., Gr., menyambut baik kegiatan tersebut.

“Materinya sangat aplikatif dan relevan dengan dunia industri pangan. Siswa kami mendapat pengalaman langsung yang bisa menjadi bekal penting di masa depan,” ujarnya.

Kegiatan yang sarat praktik dan inspirasi ini tak hanya memperkaya wawasan siswa, tetapi juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah vokasi dalam mencetak generasi muda yang inovatif dan siap berdaya saing di bidang pengolahan pangan. St

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.